news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Kevin Diks.
Sumber :
  • tvOnenews.com - Ilham Giovanni

Kepada FIFA, Kevin Diks Ungkap Malam Gila di Laga Timnas Indonesia Vs Bangladesh: Kami Terus Diteriaki Satu Lagi

Kevin Diks mengungkap drama Timnas Indonesia saat menang 9-2 atas Bangladesh. Garuda terus memburu gol karena Malaysia juga pesta gol atas Singapura di Bandung.
Sabtu, 3 Oktober 2026 - 20:30 WIB
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Kapten Timnas Indonesia, Kevin Diks, mengungkap situasi luar biasa yang terjadi ketika skuad Garuda menghancurkan Bangladesh 9-2 pada laga terakhir Grup A FIFA ASEAN Cup 2026. Alih-alih bisa menikmati pesta gol, para pemain Indonesia justru terus mendapat instruksi untuk menyerang karena tiket final masih bergantung pada hasil Malaysia melawan Singapura.

Timnas Indonesia dan Malaysia memasuki pertandingan terakhir dengan persaingan yang sangat ketat untuk memperebutkan posisi teratas Grup A. Garuda menghadapi Bangladesh di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), sedangkan Malaysia meladeni Singapura di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung.

Pasukan John Herdman sebenarnya sudah unggul telak 6-1 ketika turun minum, tetapi skor tersebut belum memberikan rasa aman. Pada saat bersamaan, Malaysia juga terus menambah gol ke gawang Singapura sehingga persaingan berubah menjadi perlombaan produktivitas gol.

Situasi semakin menegangkan ketika Malaysia akhirnya menutup pertandingan dengan kemenangan 6-0 atas Singapura. Indonesia yang sempat berada dalam situasi sulit setelah skor menjadi 7-2 pun harus mengejar tambahan dua gol pada pengujung pertandingan.

Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks
Sumber :
  • tvOnenews-Ilham Giovanni

Kevin Diks kemudian mencetak gol kedelapan Indonesia pada menit ke-90+6 sebelum Mitchell Baker melengkapi kemenangan menjadi 9-2 semenit berselang. Dua gol dramatis tersebut membuat Garuda finis dengan tujuh poin dan selisih gol yang sama dengan Malaysia, tetapi unggul dalam jumlah gol yang dicetak.

Bagi Diks, pertandingan tersebut menjadi salah satu pengalaman paling tidak biasa sepanjang kariernya. Bek Borussia Monchengladbach itu mengaku belum pernah berada dalam situasi ketika tim terus mencetak gol, tetapi masih merasa jumlah tersebut belum cukup untuk mencapai target.

“Bagi mereka yang menonton, baik di rumah maupun di stadion, itu adalah pertandingan yang gila, dan kami di lapangan merasakan hal yang sama persis. Saya belum pernah mengalami hal seperti ini sebelumnya - ketika Anda mencetak gol sesering itu tetapi tetap saja tidak cukup," ujar Kevin Diks dikutip dari FIFA, Sabtu (3/10/2026).

Tekanan semakin terasa karena setiap gol yang tercipta selalu disambut pesan serupa dari pinggir lapangan, yakni mencari gol berikutnya. Bahkan ketika Indonesia sudah mencetak tujuh gol, para pemain masih mengetahui bahwa posisi mereka belum cukup aman.

"Setiap kali kami mencetak gol, pesannya selalu, 'Satu lagi, kami butuh satu lagi'. Pada satu titik kami berpikir, 'Bagaimana mungkin skor 7-2 masih belum cukup?' Tapi yang terus kami dengar hanyalah 'satu lagi, satu lagi, satu lagi'," kata bek Borussia Monchengladbach itu.

Kondisi tersebut membuat pola permainan Timnas Indonesia berubah drastis pada menit-menit terakhir pertandingan. Para pemain bertahan ikut maju jauh ke depan demi menciptakan sebanyak mungkin peluang untuk mencetak gol tambahan.

Diks menjadi salah satu pemain yang terus berada di area serang, sementara kiper Emil Audero bahkan sempat meninggalkan wilayah pertahanannya untuk membantu tekanan. Risiko besar itu harus diambil karena satu gol saja ketika itu bisa menentukan apakah Indonesia melangkah ke final atau justru tersingkir.

Perjuangan tanpa henti tersebut akhirnya membuahkan hasil setelah Diks dan Baker mencetak dua gol pada masa injury time. Indonesia pun menyalip Malaysia secara dramatis dan memastikan diri sebagai pemuncak Grup A sekaligus mengamankan tiket ke partai puncak FIFA ASEAN Cup 2026. (fan)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

08:50
02:47
06:54
06:16
06:20
07:15

Viral