- tvOnenews.com - Ilham Giovanni
Media Malaysia Tuding Timnas Indonesia Main Mata, Anggap Pemain Bangladesh Sengaja Biarkan Mitchell Baker Cs Cetak Gol
Jakarta, tvOnenews.com - Kemenangan besar Timnas Indonesia atas Bangladesh dengan skor 9-2 memunculkan sorotan dari media Malaysia. Mereka menuding pemain Bangladesh sengaja membiarkan Garuda mencetak gol.
Timnas Indonesia memastikan tiket final FIFA ASEAN Cup 2026 setelah menang telak di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta. Garuda finis sebagai juara Grup A dengan tujuh poin dari tiga pertandingan.
Mitchell Baker menjadi bintang utama dalam pesta gol tersebut. Penyerang berusia 19 tahun itu mencetak lima gol sekaligus menjadi pemain dengan torehan terbanyak dalam pertandingan.
Hasil tersebut membuat Indonesia mengoleksi 11 gol sepanjang fase grup. Jumlah itu menjadi penentu karena Malaysia juga mengakhiri fase grup dengan tujuh poin.
Harimau Malaya sebenarnya meraih kemenangan besar 6-0 atas Singapura. Namun, tambahan tiga poin tersebut tidak cukup untuk mengantarkan mereka ke final.
Timnas Indonesia dan Malaysia sama-sama mengoleksi tujuh poin. Garuda berhak berada di posisi pertama karena unggul produktivitas gol dengan mencetak 11 gol, sedangkan Malaysia hanya sembilan.
Usai laga dramatis tersebut, media Malaysia, Makan Bola, menyoroti kejanggalan yang menurut mereka terjadi dalam pertandingan tersebut. Dalam artikel terbarunya, mereka menuliskan judul "Pemain Bangladesh Sengaja Biarkan Indonesia Jaringkan Gol".
- Tangkapan Layar Makanbola.com
"Aksi FIFA ASEAN Cup antara Indonesia dan Bangladesh terus diselubungi kontroversi," tulis Makan Bola dalam laporannya. Media tersebut kemudian mengaitkannya dengan sejumlah tudingan yang beredar di media sosial.
"Selepas isu masa tambahan, timbul dakwaan pemain Bangladesh sengaja membiarkan pemain tuan rumah menjaringkan gol," lanjut Makan Bola. Namun, tudingan tersebut tidak berasal dari temuan resmi penyelenggara pertandingan.
Menariknya, Makan Bola menyebut tudingan tersebut berdasarkan komentar seorang pengguna media sosial. "Dakwaan itu dibuat seorang pengguna Facebook bernama Cahaya Kebenaran," tulis media tersebut.
Akun tersebut menilai laga Indonesia melawan Bangladesh telah direkayasa. "Dia mendakwa pemain-pemain Bangladesh tidak memberi sebarang tekanan kepada pemain Indonesia," tulis Makan Bola.
Video yang beredar di media sosial juga dijadikan dasar untuk memperkuat tudingan tersebut. "Cahaya Kebenaran turut memuat naik video seorang pemain Bengal Tigers memilih bercekak pinggang," tulis Makan Bola.
Gestur pemain Bangladesh tersebut kemudian dianggap sebagai kejanggalan oleh pihak yang menyebarkan tudingan. Namun, video dan unggahan tersebut tidak dapat menjadi bukti bahwa pertandingan telah diatur.
Makan Bola juga kembali mengangkat persoalan waktu tambahan dalam laga tersebut. "Sebelum ini, jurulatih Bangladesh, Thomas Dooley juga merasa hairan berhubung isu masa tambahan," tulis media Malaysia itu.
Persoalan tersebut mencuat setelah waktu tambahan yang awalnya ditampilkan dua menit berubah menjadi tujuh menit. Indonesia kemudian mencetak dua gol tambahan melalui Kevin Diks dan Mitchell Baker pada masa tersebut.
Meski muncul berbagai tudingan, hasil pertandingan tetap membawa Timnas Indonesia ke partai puncak. Garuda akan menghadapi Thailand setelah tim tersebut memastikan tempat di final dari Grup B.
Final FIFA ASEAN Cup 2026 akan berlangsung di SUGBK, Jakarta, Senin (5/10/2026). Pertandingan tersebut dijadwalkan dimulai pukul 20.00 WIB dengan dukungan puluhan ribu suporter Garuda.
(sub)