- tvOnenews/Ilham Giovani Pratama
Ayah Emil Audero Sudah Yakin Anaknya akan Tepis Penalti Krusial Thailand dan Bawa Timnas Indonesia Juara, Ada Cerita di Baliknya
Jakarta, tvOnenews.com - Penampilan gemilang Emil Audero di bawah mistar gawang menjadi salah satu kunci keberhasilan Timnas Indonesia menjuarai ajang bergengsi FIFA ASEAN Cup 2026, Senin (5/10).
Di balik aksi heroiknya menggagalkan penalti penentu pemain Thailand, tersimpan cerita emosional dari sang ayah, Edy Mulyadi, yang hadir langsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta.
Edy mengungkapkan bahwa kondisi kesehatannya sejatinya sedang tidak prima menjelang partai puncak tersebut.
Kendati demikian, dorongan kuat dari sang putra membuatnya tetap bertekad hadir langsung di tribun penonton demi memberikan dukungan moral.
"Sebenarnya saya agak kurang sehat, tapi dia maksa terus untuk nonton, dan alhamdulillah Indonesia bisa menang," ungkap Edy Mulyadi usai laga, dikutip dalam video yang diunggah akun Instagram @bolanusantara.
Melihat sang anak kini menjadi tumpuan di lini pertahanan Merah Putih hingga berhasil mempersembahkan trofi bergengsi, Edy merasa sangat bangga dan tersentuh atas dedikasi serta jalan pengabdian yang dipilih Emil.
"dengan berjalannya waktu akhirnya kami percaya bahwa dia bisa berbuat yang terbaik untuk dirinya dan bangsa ini," tuturnya.
Saat duel berlanjut ke babak tos-tosan yang menegangkan, Edy mengaku memiliki rasa optimisme tinggi terhadap ketangguhan sang penjaga gawang.
Keyakinan tersebut rupanya berakar dari memori lama ketika Emil masih menimba ilmu di akademi klub raksasa Italia, Juventus, di mana ia pernah membendung tendangan bintang dunia sekaliber Carlos Tevez.
"agak yakin, karena saya ingat waktu dia umur masih di akademi Juventus dia pernah menepis tendangannya Tevez dari sana saya agak yakin dan alhamdulillah benar," tambah Edy.
Firasat sang ayah pun terbukti akurat di lapangan. Emil tampil dengan ketenangan luar biasa saat membaca arah bola dan sukses mementahkan sepakan eksekutor Thailand, Nattaphon Sayriya.
Ditambah dengan tembakan Sarach Yooyen yang membentur mistar, Indonesia sukses mengunci kemenangan adu penalti 4-2, setelah bermain sengit dengan skor kembar 2-2 selama 120 menit waktu normal dan babak perpanjangan waktu.
Dalam laga tersebut, Indonesia sempat memimpin lewat torehan Dean James pada menit ke-84, sebelum disamakan kilat oleh Iklas Sanron di menit ke-86.
Memasuki babak tambahan, Thailand sempat membalikkan kedudukan melalui gol Peeradol Chamraratsame di menit ke-111, namun Elkan Baggott mencetak gol penyama krusial di menit ke-114 untuk memaksa laga diselesaikan lewat adu penalti.
Di fase tos-tosan, empat penendang Garuda—Kevin Diks, Dean James, Elkan Baggott, dan Shayne Pattynama—menjalankan eksekusi dengan dingin tanpa cela, mengantar Indonesia resmi mengamankan status kampiun.
Kemeriahan pesta juara tersebut dipuncaki saat Presiden RI Prabowo Subianto bersama Presiden FIFA Gianni Infantino menyerahkan langsung trofi FIFA ASEAN Cup 2026 kepada kapten Timnas Indonesia, Kevin Diks, menutup malam bersejarah bagi persepakbolaan Tanah Air. (dpi)