news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

John Herdman ungkap rahasia di balik apiknya adu penalti Timnas Indonesia.
Sumber :
  • tvOnenews-Ilham Giovani

John Herdman Ungkap Unik Cara Latihan Adu Penalti Timnas Indonesia, Sudah Dibantu Suporter Sejak Awal

Timnas Indonesia meraih gelar juara FIFA ASEAN Cup 2026 dengan menyingkirkan Thailand lewat adu penalti. 
Kamis, 8 Oktober 2026 - 17:11 WIB
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman mengungkapkan cara uniknya untuk mempersiapkan skuad Garuda dalam melakukan adu penalti. 

Timnas Indonesia meraih gelar juara FIFA ASEAN Cup 2026 dengan menyingkirkan Thailand lewat adu penalti. 

Menariknya, John Herdman punya cara sendiri untuk mempersiapkan adu penalti jika akhirnya dibutuhkan sebagai penentu kemenangan di pertandingan ini. 

"Kami menjalankan prosesnya, pertama, siapa yang menjadi eksekutor penalti," kata John Herdman dikutip dari kanal YouTube Liputan 6, Kamis (8/10/2026). 

Pada awalnya, John Herdman membuka pendaftaran bagi pemain yang mau masuk ke dalam daftar algojo tersebut. Setelah menerima daftar, tim kepelatihan kemudian mengatur kans pemain utama yang diurutkan sebagai algojo penalti. 

"Kevin Diks jelas (ada di daftar) karena dia penendang penalti di klubnya, lalu siapa yang pernah menendang penalti untuk Timnas Indonesia, jadi ada daftar kriterianya, ada juga yang mengajukan diri," kata John Herdman. 

Setelah memiliki daftar nama yang akan menjadi penendang penalti, John Herdman kemudian bertanya secara pribadi pada pemain tentang kepercayaan diri mereka untuk menendang penalti di hadapan 70 ribu suporter. 

Dia pun mendapatkan analisa dari pelatih kiper sekaligus spesialis bola mati, Andrej Kostolansky tentang presentase keberhasilan pemain dalam mencetak gol dari adu penalti. 

"Kami tim pelatih menerima semua informasi yang disajikannya, kami bisa melihat siapa yang pengalaman, berapa presentase keberhasilan penalti mereka, siapa yang merasa percaya diri dan siapa yang tidak perlu dipertimbangkan karena mereka tidak mengambil kesemepatan itu, yang mana kita harus hormati keputusannya," kata John Herdman. 

Setelah memiliki daftar nama pemain, John Herdman kemudian menyusun urutan algojo penalti dan menambah porsi latihan para algojo tersebut. 

"Kita latihan, ada kelompok di salah satu sisi lapangan yang berlatih penalti, mereka adalah 'what if people' mereka berlatih dengan santai, menendang tanpa tekanan, mereka yang akan maju, jika sampai penendang 9-11, mereka bisa mengambil penalti," kata John Herdman. 

Sementara itu bagi para algojo utama, John Herdman melakukan cara unik dengan menambah tekanan dari para pemain tersebut. 

"Sementara untuk para penendang utama, kami putarkan rekaman suara penonton di sisi kotak penalti, seluruh staf berdiri di belakang gawang, berteriak, mengejek, melontarkan hujatan dan berbagai macam gangguan," kata John Herdman

"Ada 40 staf di belakang gawang untuk mendistraksi mereka, kita juga memutar suara atmosfer GBK, lalu kami mengingatkan pemain tentang prosesnya, yaitu mengendalikan detak jantung," kata John Herdman.

Dari daftar tersebut, kemudian pelatih asal Inggris ini melakukan seleksi dengan cara mengetes ketajaman penalti pemain. Jika ada pemain yang gagal mencetak dua dari tiga tendangan, John Herdman akan mencoret dan menggantinya dengan pemain lain. 

"Orang tidak mengerti prosesnya, tapi ini adalah proses yang sudah benar-benar kami persiapan," kata John Herdman. 

Ini menjadi jawaban atas pertanyaan soal keputusan John Herdman menarik Justin Hubner dan menggantinya dengan Shayne Pattynama.

"Sebenarnya kami membutuhkannya di penendang penalti, kami membutuhkannya di lapangan, pada 15 menit akhir pertandingan. Lami percaya pada mereka dia bisa mencetak gol dan salah satunya berhasil," tutupnya. (hfp)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

08:50
02:47
06:54
06:16
06:20
07:15

Viral