news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Timnas Indonesia juara FIFA ASEAN Cup.
Sumber :
  • tvOnenews-Ilham Giovani

Media Vietnam Soroti Dugaan Kejanggalan FIFA ASEAN Cup 2026, tapi Tetap Akui Timnas Indonesia sebagai Juara: Garuda Menang Sesuai Aturan

Gelar juara FIFA ASEAN Cup 2026 yang diraih Timnas Indonesia menjadi sorotan media Vietnam. Soha.vn membahas dugaan kejanggalan yang terjadi sepanjang turnamen.
Jumat, 16 Oktober 2026 - 22:47 WIB
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Gelar juara FIFA ASEAN Cup 2026 yang diraih Timnas Indonesia menjadi sorotan media Vietnam. Soha.vn membahas dugaan kejanggalan turnamen sekaligus mengakui kemenangan Garuda sesuai aturan kompetisi.

Dalam laporannya, Soha.vn mengutip kritik pengamat sepak bola Indonesia, Akmal Marhali, terkait proses penyelenggaraan turnamen. Koordinator Save Our Soccer itu mempertanyakan sejumlah aspek yang dianggap perlu mendapat penjelasan lebih lanjut.

Salah satu hal yang disoroti Akmal adalah pembagian grup yang dinilai menguntungkan Indonesia. Ia menilai Garuda tidak bertemu rival kuat seperti Thailand dan Vietnam pada fase tersebut.

“Timnas Indonesia tampaknya dibukakan jalan untuk menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026 lantaran lawan-lawan di grup merupakan tim dengan peringkat yang jauh lebih rendah,” ujar Akmal dalam laporan tersebut.

Akmal juga mempertanyakan kemungkinan adanya pertimbangan komersial dalam perjalanan Indonesia menuju final. Menurutnya, kehadiran tuan rumah pada laga puncak dapat memengaruhi daya tarik pertandingan bagi penonton.

“Timnas Indonesia memang harus tampil di final, sebab jika tidak maka kualitas dari pertandingan puncaknya akan menjadi jauh kurang menarik,” katanya. Pernyataan itu menjadi bagian dari kritiknya terhadap penyelenggaraan turnamen.

Sorotan lainnya berkaitan dengan kemenangan besar Indonesia 9-2 atas Bangladesh. Akmal mendesak FIFA menyelidiki pertandingan tersebut untuk memastikan tidak ada campur tangan pihak lain.

“Otoritas FIFA mutlak harus menyelidiki dan mengklarifikasi apakah ada campur tangan dari pihak tak kasat mata di balik layar untuk menghasilkan skor sebesar itu,” tegasnya. Meski demikian, dugaan tersebut tetap membutuhkan bukti dan klarifikasi resmi.

Di tengah kontroversi itu, Soha.vn menilai keberhasilan Indonesia meraih gelar tetap layak mendapat apresiasi. Media Vietnam tersebut menyoroti perjuangan Garuda saat menghadapi Thailand pada partai final.

Pertandingan puncak berlangsung sengit hingga Indonesia dan Thailand bermain imbang 2-2 pada waktu normal. Indonesia kemudian sempat tertinggal pada babak perpanjangan waktu sebelum Elkan Baggott mencetak gol penyeimbang.

Gol Baggott membuat pertandingan berlanjut ke babak adu penalti. Dalam situasi penuh tekanan tersebut, skuad asuhan John Herdman akhirnya berhasil mengamankan gelar juara.

Soha.vn menilai kemampuan Indonesia melewati situasi sulit menjadi salah satu aspek yang patut diapresiasi. Mentalitas dan daya saing para pemain hingga akhir pertandingan turut menjadi sorotan dalam laporan media tersebut.

“Kemampuan Indonesia untuk bertahan melewati momen-momen sulit serta mempertahankan daya saing hingga akhir pertandingan adalah faktor yang patut diakui,” tulis Soha.vn. Penilaian itu menegaskan bahwa performa di lapangan perlu dilihat secara terpisah dari polemik penyelenggaraan.

Media Vietnam tersebut juga menegaskan bahwa kemenangan Indonesia di final diraih sesuai aturan kompetisi. Dengan demikian, kritik terhadap aspek teknis turnamen tidak serta-merta membuktikan bahwa hasil pertandingan berlangsung secara tidak sah.

“Jika pertanyaannya adalah apakah Indonesia pantas memenangkan laga final, maka jawabannya adalah mereka menang sesuai aturan kompetisi yang ada,” tulis Soha.vn. Namun, penilaian tersebut tidak otomatis menjawab seluruh pertanyaan mengenai transparansi penyelenggaraan.

Soha.vn berpandangan bahwa kelayakan Indonesia menjadi juara dan dugaan kejanggalan turnamen merupakan dua persoalan berbeda. Evaluasi terhadap penyelenggaraan tetap diperlukan jika terdapat pertanyaan yang belum terjawab.

Kritik terhadap transparansi juga tidak bisa langsung dianggap sebagai bukti kecurangan yang dilakukan tim tuan rumah. Setiap dugaan perlu diperiksa berdasarkan fakta, bukti, dan hasil klarifikasi dari pihak berwenang.

Pada akhirnya, kontroversi FIFA ASEAN Cup 2026 perlu disikapi secara proporsional. Timnas Indonesia berhak merayakan gelar yang diraih di lapangan, sementara dugaan kejanggalan penyelenggaraan tetap membutuhkan penjelasan resmi agar tidak berkembang menjadi spekulasi.

(sub)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

04:56
08:50
02:47
06:54
06:16
06:20

Viral