- Instagram @mat_baker09
Sudah Resmi Debut dengan Timnas Indonesia, Keteguhan Hati Mathew Baker Diuji Setelah Media Australia Ungkap Fakta Ini
Jakarta, tvOnenews.com - Pemain keturunan Indonesia, Mathew Baker bisa jadi satu-satunya pemain Timnas Indonesia yang masih memiliki paspor ganda.
Bukan karena dapat keuntungan tertentu, melainkan Mathew Baker belum berusia 21 tahun ketika debut dengan Timnas Indonesia yang membuatnya masih memiliki dua paspor, Indonesia dan Australia.
Mathew Baker pun telah debut bersama Timnas Indonesia ketika tampil di laga uji coba internasional melawan Oman pada Juni 2026 lalu.
Saat itu, Mathew Baker tampil dari bangku cadangan dan bermain selama 10 menit untuk mempertahankan keunggulan 3-0 Timnas Indonesia atas Oman.
Dia pun mendapatkan pujian dengan mampu bermain apik dalam sisa pertandingan tersebut.
Walau sudah resmi mendapatkan debut bersama Timnas Indonesia, ternyata keteguhan hati Mathew Baker diuji setelah media asal Australia, Futbol Australia melaporkan bahwa Socceroos masih menaruh minat pada Mathew Baker.
"Sepertinya Australia mencoba untuk mendekati Mathew Baker untuk bermain dengan tim nasional walau ada fakta di mana bek Melbourne City tersebut sudah debut bersama Timnas Indonesia," tulis laporan Futbol Australia, dikutip Selasa (3/11/2026).
Bukan rahasia lagi jika Australia memang menaruh minat pada pemain yang memiliki darah batak ini. Sebelumnya, Mathew Baker sempat dipanggil Timnas Australia U-17 sebelum akhirnya memiliki Timnas Indonesia U-17.
Bahkan Mathew Baker sempat menjadi lawan bagi Australia ketika tampil di Kualifikasi Piala Asia U-17 dan Piala AFF U-19.
Keputusan pun ada di tangan Mathew Baker, hal ini karena regulasi FIFA tetap bisa memberikan opsi 'one-time switch' alias perpindahan sekali seumur hidup yang masih berlaku pada kasus Mathew Baker.
Menariknya, Futbol Australia mengklaim hal ini akan sulit didapatkan Socceroos mengingat Mathew Baker tetap teguh untuk membela Timnas Indonesia.
"Respons dari pemain kelahiran Melbourne ini adalah tetap setia pada negara asal ibunya," tutup laporan Futbol Australia.
Opsi 'one-tim switch' ini sebenarnya tak terlalu menguntungkan Mathew Baker mengingat ada beberapa tahapan yang harus dilalui oleh sang pemain sebelum bisa berpindah dari Timnas Indonesia ke Australia.
Sebut saja ada batasan jumlah laga bersama tim senior, dengan hanya bermain tiga pertandingan resmi dengan status laga uji coba internasional. Sehingga ketika Mathew Baker sudah tampil di Piala Asia, maka opsi tersebut tak lagi berlaku.
Usia Mathew Baker yang masih 17 tahun memang membuat opsi 'one-time switch' masih sangat mungkin diambil, hal ini karena ada periode waktu tunggu selama tiga tahun sejak terakhir kali Mathew Baker bermain untuk Timnas Indonesia.
Namun ini akan merugikan bagi Mathew Baker yang selama ini menjadi andalan Nova Arianto untuk tampil bersama Timnas Indonesia level junior.
Jika Mathew Baker absen selama tiga tahun membela Timnas Indonesia, dia akan melewatkan berbagai kompetisi penting bahkan peluang untuk masuk dalam skuad final Piala Asia.