- Instagram Timnas Indonesia
Pada Media Australia, Mathew Baker Mantapkan Hati Tolak Pinangan Socceroos demi Timnas Indonesia
Jakarta, tvOnenews.com - Pemain Timnas Indonesia, Mathew Baker memamerkan alasannya untuk memilih membela Merah Putih dibandingkan pinangan Socceroos.
Mathew Baker menjadi satu-satunya pemain Timnas Indonesia yang masih memiliki dua paspor, Indonesia dan Australia dengan debut di usia 17 tahun pada Juni 2024 lalu bersama Timnas Indonesia.
Jauh sebelum dipanggil Timnas Indonesia, Mathew Baker sudah lebih dahulu memiliki dua paspor. Sampai akhirnya, Mathew Baker dilirik Timnas Indonesia dengan debut bersama Skuad Garuda Asia sampai akhirnya debut dengan tim senior.
Pada media Australia, ABC Asia, Mathew Baker mengungkapkan keputusannya untuk membela Indonesia, tanah kelahiran ibunya alih-alih membela Australia.
"Ini semua berawal pada 2024 lalu, di saat itulah saya memantapkan posisi saya, di Timnas Indonesia," kata Mathew Baker dikutip Selasa (3/11/2026).
Mathew Baker saat itu mendapatkan dua panggilan negara sekaligus oleh Timnas Indonesia dan Australia untuk tampil di Kualifikasi Piala Asia U-17 2025 pada Agustus 2024 lalu.
"Pada Agustus, saya dipanggil Timnas Australia, yang kemudian saya tolak untuk melanjutkan di Timnas Indonesia U-16," kenang Mathew Baker.
Pemain berdarah batak ini mengakui saat itu tetap membuka kans untuk membela Australia mengingat dia baru tampil bersama Timnas Indonesia U-16 di Piala AFF.
"Ketika saya memiliki pilihan untuk bermain dengan tim senior, saya sebenarnya tidak berpikir untuk menutup pintu bagi Australia, saya hanya berpikir apa yang terbaik itu saya pada saat itu," tambahnya.
Sampai akhirnya dia membawa Timnas Indonesia ke Piala Dunia U-17 2025. Saat itulah dia yakin bahwa membela Skuad Garuda adalah keputusan yang tepat untuknya.
"Pertandingan-pertandingan itu sangat berbeda dengan sepak bola biasa karena ada aspek emosional berbeda," katanya.
Hingga akhirnya Mathew Baker mendapatkan debut resmi bersama Timnas Indonesia senior pada Juni 2026 lalu. Baginya, bukan soal pilihannya untuk Timnas Indonesia ketika dia lahir dan besar di Australia, tapi bagaimana dia merasakan perasaan berbeda tiap kali mendapatkan panggilan negara.
"Bagi saya, ini sebenarnya bukan soal memilih Indonesia dan Australia. Saya adalah anak Indonesia, anak Australia, saya mencintai dua negara ini," katanya.
"Tapi saya merasakan begitu bayak kasih sayang dan rasa memiliki di sana, dan tidak ada alasan bagiku untuk pindah," kata Mathew Baker. (hfp)