- JFA
Timnas Indonesia Wajib Waspada, Jepang Turunkan 24 Pemain yang Berkarier di Eropa
tvOnenews.com - Persaingan menuju Piala Asia 2027 semakin menarik perhatian, terutama bagi Timnas Indonesia yang akan menghadapi sejumlah lawan tangguh di Grup F. Salah satu pesaing terberat Skuad Garuda asuhan John Herdman adalah Jepang, yang dikenal sebagai salah satu kekuatan utama sepak bola Asia.
Berdasarkan hasil undian, Indonesia tergabung di Grup F bersama Jepang, Qatar, dan Thailand. Komposisi tersebut membuat persaingan di grup ini diprediksi berlangsung ketat karena mempertemukan dua kekuatan besar Asia dengan dua rival dari kawasan Asia Tenggara.
Pertemuan Indonesia dan Thailand juga menjadi salah satu pertandingan yang menarik untuk dinantikan. Pasalnya, kedua negara belum pernah saling berhadapan dalam putaran final Piala Asia. Meskipun sudah sering bertemu di berbagai kompetisi regional, duel di panggung tertinggi sepak bola Asia tersebut akan menjadi pengalaman tersendiri bagi keduanya.
- tvonenews.com - Ilham Giovani
Selain Thailand, Timnas Indonesia juga harus menghadapi Qatar yang memiliki reputasi mentereng sebagai juara Piala Asia dalam dua edisi terakhir. Sementara itu, Jepang kembali menjadi lawan Skuad Garuda setelah kedua negara berada dalam satu grup pada Piala Asia 2023 dan beberapa kali bertemu di Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.
Jepang Panggil 28 Pemain untuk Hadapi Brasil dan Paraguay
Di tengah persiapan menghadapi turnamen mendatang, pelatih Timnas Jepang, Hajime Moriyasu, telah mengumumkan daftar pemain yang akan memperkuat timnya dalam agenda pertandingan internasional November.
Asosiasi Sepak Bola Jepang (JFA) menggelar konferensi pers pada tanggal 4 sekaligus mengumumkan 28 pemain yang dipanggil untuk menghadapi Brasil pada tanggal 14 dan Paraguay pada tanggal 17. Kedua pertandingan tersebut dijadwalkan berlangsung di Stadion Nasional Singapura.
Pada posisi penjaga gawang, Moriyasu memanggil Tomoki Hayakawa (Kashima Antlers), Leo Bryan Kokubo (Sint-Truiden), dan Zion Suzuki (Aston Villa).
Sementara itu, sektor pertahanan diisi oleh Itakura Ko (Borussia Mönchengladbach), Watanabe Tsuyoshi (Feyenoord), Machida Koki (Hoffenheim), Ito Hiroki (Bayern Munich), Seko Ayumu (Le Havre), Nakano Shuto (Sanfrecce Hiroshima), Sugawara Yukinari (Cagliari), serta Suzuki Junnosuke (Kopenhagen).
Untuk sektor tengah dan lini serang, Jepang membawa sejumlah pemain yang berkarier di klub-klub Eropa. Mereka adalah Junya Ito (KRC Genk), Takumi Minamino (AS Monaco), Daichi Kamada (Crystal Palace), Tatsuhiro Sakamoto (Coventry City), Yuki Soma dan Koki Ogawa (Machida Zelvia), Daizen Maeda (Ipswich Town), Ritsu Doan (Eintracht Frankfurt), Ao Tanaka (Leeds United), Keito Nakamura (Olympique Lyon), Kaishu Sano (Mainz), Takefusa Kubo (Real Sociedad), Yuito Suzuki dan Keisuke Goto (Freiburg), Kyuryu Matsuki (Southampton), Kodai Sano (PSV Eindhoven), serta Shio Fukuda (Karlsruhe).
Salah satu perhatian dalam daftar pemanggilan kali ini adalah kembalinya Takumi Minamino ke skuad Jepang. Pemain AS Monaco tersebut sempat absen hampir satu tahun akibat cedera ligamen anterior atau ACL.
- ANTARA FOTO/Reuters/Gonzalo Fuentes/nym.
Di sisi lain, Jepang belum dapat diperkuat Kaoru Mitoma. Pemain Brighton tersebut tidak masuk dalam daftar pemain karena masih mengalami cedera.
Komposisi skuad Jepang kali ini juga memperlihatkan dominasi pemain yang berkarier di luar negeri. Dari total 28 pemain yang dipanggil, hanya empat orang berasal dari kompetisi J.League, sedangkan 24 lainnya bermain untuk klub-klub di Eropa.
Pemanggilan pemain untuk agenda internasional November kali ini juga memiliki arti penting bagi masa depan kepelatihan Timnas Jepang. Pasalnya, penundaan Piala Asia 2027 memunculkan spekulasi bahwa dua pertandingan melawan Brasil dan Paraguay berpotensi menjadi penampilan terakhir Hajime Moriyasu sebagai pelatih kepala.
Sebelumnya, Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) mengumumkan pada tanggal 3 bahwa penyelenggaraan Piala Asia mengalami perubahan jadwal. Turnamen yang semula direncanakan berlangsung pada 7 Januari hingga 5 Februari 2027 kini diundur menjadi 23 Desember 2027 sampai 21 Januari 2028.
- REUTERS - Jose Breton/Pics Action/NurPhoto
Perubahan tersebut membuat rencana pergantian pelatih di tubuh Timnas Jepang ikut menjadi perhatian. Kontrak Moriyasu sebelumnya telah diperpanjang hingga Piala Asia 2027. Namun, penundaan turnamen membuat tahapan akhir masa kepelatihannya berpotensi mengalami perubahan.
JFA sebelumnya telah menunjuk Go Oiwa sebagai penerus Moriyasu. Berdasarkan rencana awal, Oiwa akan mulai menangani tim nasional senior Jepang pada Maret mendatang.
Saat ini, Oiwa juga masih bertanggung jawab atas tim nasional kelompok usia yang dipersiapkan menghadapi Olimpiade Los Angeles 2028. Kondisi tersebut membuat JFA perlu mempertimbangkan secara matang waktu pergantian pelatih.
Apabila Moriyasu mengakhiri masa jabatannya sebelum Maret, Timnas Jepang berpotensi mengalami kekosongan kepemimpinan selama periode tersebut. Selain itu, jadwal Piala Asia yang baru juga berdekatan dengan penyelenggaraan Piala Asia U-23, sehingga tugas Oiwa menangani dua tim nasional sekaligus dapat menjadi tantangan tersendiri.
Atas pertimbangan tersebut, JFA dikabarkan tengah mengevaluasi waktu yang paling tepat untuk melakukan pergantian pelatih.
Meski masa depannya masih menjadi perhatian, Moriyasu menegaskan bahwa perubahan jadwal Piala Asia tidak mengubah komitmennya terhadap Timnas Jepang.