Gunung Merapi Siaga, Warga di Radius 5 KM Langsung Dievakuasi | tvOne
Yogyakarta - Gunung Merapi berstatus siaga, pihak pemantau merekomendasikan penambangan di hulu sungai dan aktivitas pendakian dihentikan.
Status siaga atau level III Gunung Merapi telah ditetapkan oleh Badan Penyeledikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta sejak Kamis kemarin.
Untuk daerah sekitar merapi sedikitnya ada 30 dusun di Provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta yang diperkirakan akan terdampak jika erupsi terjadi. Pemerintah Kabupaten Sleman, Magelang, Boyolali, dan Klaten telah diminta untuk mempersiapkan berbagai hal terkait upaya mitigasi bencana jika Gunung Merapi mengalami erupsi.
Beberapa pengungsi yang berasal dari daerah Babadan telah diungsikan di Balai Desa Banyurejo, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Sejak ditetapkannya status level III Gunung Merapi, Pemerintah Kabupaten Magelang, bersama TNI, Polri dan relawan langsung mengevakuasi para warga yang berada di radius 4 - 5 Km dari ketinggian Gunung Merapi.
“Sampai saat ini para pengungsi terus bertambah, hingga pagi ini pengungsi di daerah Magelang, Jawa Tengah ada sekitar 607 jiwa. Kondisi para pengungsi telah dinyatakan sehat oleh pihak kesehatan. Pemerintah Kabupaten Magelang dan relawan juga terus melakukan evakuasi”, ujar Edi Suryana.
Mengingat masih dalam masa pandemi Covid-19, pihak tenaga kesehatan dan Pemerintah Kabupaten Magelang telah melakukan antisipasi dan protokol kesehatan dengan melakukan cek secara berkala.
Pemerintah Kabupaten Magelang menghimbau kepada warga di sekitar radius 4 - 5 Km dari Gunung Merapi untuk segera mengungsi, terutama bagi wanita, lansia, ibu hamil, difabel, dan anak-anak.
Edi Suryana menuturkan jika saat ini Pemerintah Kabupaten Magelang dan BPBD terus melakukan bantuan dengan baik sebagai bentuk upaya mitigasi bencana.
Guna memastikan kesiagaan warga di lereng Gunung Merapi, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengunjungi kampung terdekat dengan puncak Gunung Merapi di Klaten dan Boyolali.
Kampung Sambungrejo yang dikunjungi Ganjar merupakan wilayah tertinggi di Kabupaten Klaten, yang dihuni sekitar 26 KK atau sekitar 120 jiwa. Lokasinya berada di radius 3 Km dari puncak Gunung Merapi.
Ganjar Pranowo juga mengecek kesiapan posko mandiri pemantauan Gunung Merapi Pos Induk 907 Balerante, Klaten. Dia juga secara khusus memantau perkembangan situasi masyarakat lereng Merapi, menyusul peningkatan status Gunung Merapi dari waspada menjadi siaga per tanggal 5 November 2020 kemarin.
“Jadi ini termasuk tempat tertinggi, kira-kira kalau dihitung sekitar 3 Km padahal jarak amannya adalah 5 Km maka ini termasuk daerah bahaya”, jelas Ganjar.
Dia pun menjelaskan jika warga di sekitar lereng Gunung Merapi telah memiliki kebiasaan dalam beradaptasi dengan kondisi dan kesadaran para warga untuk mengungsi telah ada. Jadi, dengan begitu apabila terjadi sesuatu evakuasinya akan lebih mudah. (adh)
Lihat juga: Warga Ramai-Ramai Mengungsi Pasca-Status Siaga Merapi Ditetapkan