Saksi Kunci Ungkap Terkait Misteri Balita di Garut Alami Babak Belur
Garut, tvOnenews.com - Polres Garut, Jawa Barat, memeriksa lima saksi terkait viralnya foto dan video seorang balita yang tampak babak belur seperti bekas dianiaya.
Salah satu saksi yang diperiksa adalah Silvi, pengasuh yang pernah dititipi sang balita oleh ibu kandungnya di Rusun Margawati.
Silvi membantah adanya tindakan kekerasan terhadap anak tersebut selama berada dalam asuhannya. Ia menegaskan tidak pernah melihat ibu balita itu melakukan perlakuan kasar.
Menurut Silvi, luka lebam dan pengelupasan kulit yang viral di media sosial justru kerap muncul secara tiba-tiba. Ia menyebut kondisi itu sering terjadi pada waktu-waktu tertentu tanpa sebab yang jelas.
Ia menambahkan, balita tersebut juga pernah mengalami pengelupasan kulit setelah mengonsumsi makanan berbau amis, meski menurutnya hal itu sulit dijelaskan secara medis.
Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab luka pada balita tersebut. Pemeriksaan saksi dan analisis medis akan menjadi dasar penegakan hukum dalam kasus ini.
Sebelumnya, seorang balita di Garut, Jawa Barat mengalami luka babak belur di wajah mendadak viral di jagat maya.
Indah Marliantini (23), ibu kandung dari balita yang ditemukan di rusun Kelurahan Margawati itu mengaku bahwa anaknya mengidap sakit langka.
Luka lebam dan memar pada bagian tubuh sudah sering muncul secara tiba-tiba, tapi bisa sembuh lagi secara cepat tanpa pengobatan medis.
Menurut ibu muda warga Kelurahan Sukanegla, Kecamatan Garut Kota tersebut, anaknya kerap mengalami luka lebam babak belur di wajah, kaki dan tangan bukan faktor dianiaya. Melainkan telah muncul sejak usia 1,5 tahun.