Kejanggalan Kematian Mahasiswi UNM, Keluarga Lakukan Investigasi
Tomohon, tvOnenews.com - Kematian seorang mahasiswi Universitas Negeri Manado (UNIMA) bernama Evia menimbulkan tanda tanya. Pihak keluarga menilai kematian korban janggal setelah ditemukan sejumlah luka lebam di beberapa bagian tubuhnya.
Tim kuasa hukum bersama keluarga korban melakukan penelusuran dengan mendatangi lokasi tempat tinggal korban di Kos-kosan Semar, Kelurahan Matani 1, Kecamatan Tomohon Tengah, Kota Tomohon. Saat didatangi, kondisi kosan dalam keadaan terkunci dan sepi tanpa aktivitas.
Berdasarkan keterangan sejumlah saksi, korban tidak ditemukan tergantung di dalam kamar kos, melainkan berada di lorong depan kamar dalam kondisi tergantung. Temuan tersebut memperkuat dugaan adanya kejanggalan dalam peristiwa kematian korban.
Usai mendatangi lokasi kos, keluarga juga mengunjungi Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi, Jurusan Pendidikan Dasar Universitas Negeri Manado, tempat korban berkuliah. Lokasi kampus tersebut diketahui berjarak sekitar 200 meter dari tempat tinggal korban.
Selain itu, keluarga turut mendatangi RSUD Kota Tomohon untuk menemui petugas instalasi pemulasaraan jenazah yang pertama kali memandikan dan memberikan formalin kepada jenazah. Pihak keluarga juga memeriksa pakaian yang dikenakan korban saat ditemukan meninggal dunia.
Kuasa hukum keluarga korban, menyatakan terdapat dugaan kuat bahwa korban tidak meninggal akibat bunuh diri. Hal ini didasarkan pada ditemukannya luka lebam di bagian kaki dan tubuh korban yang dinilai tidak sesuai dengan prosedur penanganan kasus bunuh diri.
Pihak keluarga berharap aparat kepolisian dapat mengusut tuntas penyebab kematian almarhumah dan mengungkap fakta yang sebenarnya secara terang benderang.