news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

VIRAL!! Kisah "Broken String" Aurelie Moeremans jadi Buah Bibir di Medsos | AKIS tvOne

Rabu, 14 Januari 2026 - 14:51 WIB
Reporter:

Jakarta, tvOnenews.com - Aktris berdarah Belgia–Indonesia Aureli Moremans baru saja menyelesaikan buku pertamanya berjudul Broken Strings. 

Buku memoar tersebut mengungkap pengalaman kelam yang ia alami saat menapaki dunia hiburan Indonesia sejak usia belia, termasuk dugaan kekerasan seksual terhadap anak atau child grooming.

Dalam buku tersebut, Aureli menggambarkan dunia hiburan yang tidak selalu gemerlap seperti yang terlihat di layar. 

Ia menyebut ada harga mahal yang harus dibayar untuk bisa bertahan di industri tersebut. Broken Strings mulai menjadi perbincangan luas sejak akhir 2025 setelah dibagikan secara gratis dalam format digital.

Aureli mengungkap bahwa peristiwa child grooming dialaminya saat berusia 15 tahun. Kala itu, ia disebut diminta oleh sebuah agensi untuk memanipulasi usianya dari 15 menjadi 21 tahun demi mendapatkan tawaran pekerjaan iklan. Dari situ, Aureli bertemu dengan seorang pria yang jauh lebih tua dan diduga kemudian memanipulasi hidupnya selama bertahun-tahun.

Dalam Broken Strings, tersirat bahwa relasi tersebut terjadi karena posisi Aureli yang masih di bawah umur dan belum memiliki pemahaman utuh soal relasi romantis yang sehat. Kisah tersebut membuat banyak pembaca mengaku terpukul dan merasa dibawa ke sisi gelap dunia hiburan yang selama ini dianggap penuh kesenangan.

Aureli juga mengungkap bahwa pernikahan yang pernah ia jalani di sebuah gereja di Indonesia tidak sah secara hukum gereja Katolik. Ia menjelaskan bahwa gereja telah mengeluarkan annulment atau pembatalan pernikahan, yang berarti pernikahan tersebut dianggap tidak pernah sah sejak awal. Penjelasan ini ia sampaikan melalui sebuah video setelah kejujurannya dalam buku menuai kecaman publik.

Meski menuai kontroversi, Aureli menyatakan tidak gentar. Ia bahkan berencana menerbitkan Broken Strings dalam versi cetak berbahasa Indonesia yang telah disempurnakan. Buku versi fisik tersebut diprediksi akan menarik perhatian luas karena memuat kisah yang dinilai sangat gelap dan mengguncang.

Isu child grooming yang diangkat dalam buku ini turut mendapat perhatian pegiat isu perempuan dan anak. Pegiat isu perempuan dan anak, Poppy Dihardjo, menyebut buku tersebut penting karena membantu masyarakat awam memahami bahwa relasi antara anak di bawah usia 18 tahun dengan orang dewasa berisiko tinggi menjadi child grooming.

Menurut Popi, kasus child grooming tidak hanya terjadi pada selebritas, namun juga banyak dialami anak-anak di lingkungan terdekat.

Ia menegaskan bahwa anak di bawah usia 18 tahun secara hukum masih dikategorikan sebagai anak dan harus mendapatkan perlindungan penuh.

Melalui bukunya, Aureli berharap para korban kekerasan seksual, khususnya child grooming, berani bersuara dan melapor. Ia juga berharap masyarakat berhenti menyalahkan korban dan mulai memahami bahwa tanggung jawab sepenuhnya berada pada pelaku.

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:11
02:22
01:18
07:14
01:15
07:08

Viral