Jakarta, tvOnenews.com - Kehidupan tidak selalu menghadirkan nada indah. Ada senar yang putus, seperti kisah hidup yang dituangkan artis Indonesia berdarah Belgia, Aurelie Moeremans, dalam buku memoar berjudul Broken Strings.
Buku yang diterbitkan dalam format elektronik ini menarik perhatian publik karena mengungkap pengalaman kelam yang dialami Aurelie sejak usia belia saat menapaki dunia hiburan.
Dalam memoarnya, Aurelie mengisahkan perjalanan karier yang jauh dari gambaran gemerlap industri hiburan. Ia menuturkan adanya harga mahal yang harus dibayar, termasuk pengalaman traumatis yang dialaminya di awal karier.
Buku tersebut mulai ramai diperbincangkan publik sejak akhir 2025 dan memunculkan diskusi luas mengenai perlindungan anak di industri kreatif.
Aurelie mengungkap bahwa pada usia 15 tahun, ia menjadi korban kekerasan seksual terhadap anak yang dikenal secara internasional sebagai Child grooming.
Peristiwa tersebut disebut terjadi setelah sebuah agensi memanipulasi usia Aureli dari 15 tahun menjadi 21 tahun demi kepentingan pekerjaan.
Kondisi itu kemudian dimanfaatkan oleh seorang pria yang jauh lebih tua dan disebut memanipulasi kehidupan Aurelie dalam jangka waktu panjang.
Dalam buku tersebut, dijelaskan bahwa child grooming merupakan proses pengondisian yang dilakukan secara perlahan dan sering kali tidak disadari korban.
Manipulasi dilakukan melalui relasi emosional atau romantis, sehingga korban yang masih berusia anak sulit mengenali tanda bahaya karena kondisi psikologis yang belum matang.
Memoar ini juga menyoroti pentingnya peran orang tua dan lingkungan dalam mencegah anak menjadi korban kekerasan seksual.
Kurangnya pemahaman terhadap aktivitas anak, termasuk di ruang digital, dinilai dapat meningkatkan risiko terjadinya eksploitasi dan manipulasi.
Melalui Broken Strings, Aurelie berharap pengalamannya dapat menjadi pelajaran dan membantu anak-anak serta remaja lain agar lebih terlindungi.
Buku ini dibagikan secara gratis dalam format digital sebagai bentuk kepedulian dan upaya edukasi publik mengenai Bahaya child grooming serta realitas gelap yang kerap tersembunyi di balik industri hiburan.