Update Korban Hingga Kerusakan Fasilitas Bencana di Aceh
Aceh, tvOnenews.com - Bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Provinsi Aceh sejak akhir 2025 menimbulkan dampak besar terhadap keselamatan warga dan infrastruktur.
Hingga Rabu (21/1/2026) jumlah korban meninggal dunia dilaporkan mencapai 245 orang. Selain itu, enam orang masih dinyatakan hilang dan 2.127 orang lainnya mengalami luka-luka.
Wilayah yang terdampak parah antara lain Aceh Utara, Aceh Timur, Aceh Tamiang, serta sejumlah kabupaten di pesisir dan dataran rendah. Curah hujan tinggi yang berlangsung berhari-hari menyebabkan sungai meluap, merendam permukiman, dan memicu longsor di beberapa titik.
Bencana ini juga mengakibatkan kerusakan besar pada sektor permukiman dan fasilitas publik. Puluhan ribu rumah warga dilaporkan terdampak, mulai dari terendam hingga rusak berat dan hilang tersapu banjir.
Sejumlah sekolah, fasilitas kesehatan, rumah ibadah, serta kantor pemerintahan turut mengalami kerusakan, sementara akses jalan dan jembatan di beberapa wilayah terputus.
Dampak lanjutan dari bencana ini memaksa puluhan ribu warga mengungsi ke pos-pos pengungsian yang tersebar di berbagai daerah. Hingga pertengahan Januari, jumlah pengungsi masih mencapai puluhan ribu jiwa.
Para pengungsi membutuhkan bantuan mendesak berupa pangan, air bersih, layanan kesehatan, serta perlindungan bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan perempuan.
Pemerintah daerah bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana dan instansi terkait terus melakukan upaya tanggap darurat.
Tim gabungan masih melakukan pencarian terhadap korban yang dinyatakan hilang, sekaligus menyalurkan bantuan logistik dan layanan medis di lokasi terdampak.
Selain penanganan darurat, pemerintah juga mulai menyiapkan langkah rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Fokus utama diarahkan pada pemulihan permukiman warga, perbaikan fasilitas publik, serta pemulihan aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat yang lumpuh akibat bencana.
Pemerintah mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi bencana susulan, mengingat kondisi cuaca ekstrem masih berpeluang terjadi di sejumlah wilayah Aceh dalam beberapa waktu ke depan.