news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Myanmar Terus Memanas, Kericuhan Akibatkan Tiga Warga Tewas | tvOne

Senin, 15 Maret 2021 - 09:06 WIB
Reporter:

Myanmar- Pasca kudeta suasana di Myanmar kian mencekam. Sedikitnya 5 orang tewas akibat tembakan aparat keamanan Myanmar dalam kerusuhan unjuk rasa di sejumlah kota.
Sejak kudeta militer, gelombang demonstrasi di Myanmar terus berlanjut dan korban pun terus berjatuhan.

Video warga merekam tangis histeris seorang perempuan yang memeluk jenazah pria dalam sebuah kendaraan. 

Saksi memastikan, wanita dalam video tersebut berduka karena suaminya tertembak peluru aparat dalam unjuk rasa.

Kerusuhan kembali pecah antara aparat militer dengan demonstran pro pemerintah di berbagai kota di Myanmar.

Salah satu lokasi konfrontasi paling berdarah adalah Kawasan Industri  Hlaing Thar Yar. Lokasi tersebut terletak di pinggiran Kota Yangon.

Jurnalis setempat melaporkan jatuhnya 3 korban jiwa dalam kerusuhan di lokasi tersebut. 

Para korban adalah warga yang ikut unjuk rasa melawan kudeta Pemerintah oleh Junta Militer.

Ketiga korban meninggal dunia akibat tertembus oleh timah panas aparat militer yang berupaya membubarkan kerumunan para pengunjuk rasa.

Aparat berupaya membubarkan massa dengan berbagai cara. Diantaranya dengan tembakan gas air mata, peluru karet hingga peluru tajam.

Kekuatan personel militer sungguh sangat tidak sebanding dengan para demonstran. Kelompok warga sipil tersebut hanya melindungi diri dengan tameng dari papan bekas dan juga helm proyek

Warga pro pemerintah juga membangun barikade darurat dari karung pasir untuk menutup pergerakan aparat.

Sepanjang hari Minggu (14/3) dilaporkan terdapat 5 korban tewas dalam unjuk rasa di seluruh Myanmar.

Sementara hari Sabtu (13/3) kemarin, tercatat sebagai hari paling berdarah dari rangkaian unjuk rasa anti kudeta di mana terdapat 13 orang meninggal dunia.

Sejak terjadi kudeta militer sejak 1 Februari 2021 lalu, jumlah korban tewas telah mencapai sedikitnya 80 orang. Lebih dari 2.100 orang juga telah ditahan dengan tuduhan melawan Junta Militer. 

Diperkirakan jumlah orang yang berjatuhan akan terus bertambah jika militer masih menggunakan cara kekerasan.

Selain itu sebagai informasi, Junta Militer resmi menetapkan darurat militer untuk dua kota di Yangon sejak Minggu (14/3). Kedua kota tersebut adalah Hlaing Thar Yar dan Shwepyitha. (awy)

 

Lihat juga: Pelatihan Diksar Pecinta Alam Tewaskan Satu Orang, Tubuh Korban Penuh Luka Lebam dan Memar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

05:10
08:13
08:52
02:17
01:33
03:09

Viral