Luwu, Sulawesi Selatan – Pendidikan Dasar (Diksar) Komunitas Pecinta Alam di Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan (Sulsel) berujung maut. Siswa SMKN tewas diduga karena penganiayaan saat Diksar Komunitas Pencinta Alam
Korban yang masih berusia 18 tahun ini diduga meninggal dunia akibat mendapat penganiayaan saat pelatihan. Korban yang bernama Muh Rifaldi asal desa kanawatu, Kecamatan Wotu, Kabupaten Luwu Timur ini meninggal dunia saat mengikuti pelatihan dasar komunitas pecinta alam sanggar kreatif anak rimba atau sangkar. Korban meninggal dunia dengan luka lebam di wajah, perut dan kakinya.
Salah satu rekan korban yang juga menjadi peserta diklatsar mengatakan, saat melakukan kegiatan pelatihan dasar , seluruh peserta yang berjumlah 14 orang mendapat kekerasan fisik oleh panitia. Kekerasan fisik ini terjadi saat peserta berada di gunung di wilayah Bone –Bone, Luwu Utara.
"Pas pencabutan HP itu kami semua dipukuli, malamnya dipukuli juga, kami baru tahu teman kami meninggal pas hari terakhir ." jelas Aditia
Hal yang sama disampaikan peserta lainnya , Riki, mereka mendapat kekerasan dari panitia sesaat tiba di lokasi pelatihan SAR.
“Sehari kami tiba di tempat pelatihan Kpa Sangkar, kami dipukuli semua.” Jelas Riki.
Sementara itu, panitia pelaksana diklatsar kpa Sangkar, hinga saat ini belum diketahui keberadaanya, seolah menghilang dari tanggung jawab. Polisi masih melakukan penyelidikan, dan memeriksa sejumlah saksi.
Atas peristiwa naas tersebut, keluarga korban berharap kematian anggota keluarganya ini diusut tuntas dan meminta panitia pelaksana diklatsar untuk bertanggungjawab dan mempertanggung jawabkan perbuatanya didepan hukum.
Sementara itu, korban meninggal dunia, muhammad rifaldi, sudah dijemput keluarganya dan dimakamkan di Sengkang, Kabupaten Wajo.
Sebelumnya, sebelum dinyatakan meninggal dunia, dua panitia pelatihan Kpa Sangkar sempat memebawa Rifaldi ke Puskesmas Tanah Lili. Usai dilakukan pemeriksaan terhadap Rifaldi, Petugas Puskesmas menyatakan jika korban sudah meninggal dunia.
Untuk mengungkap insiden yang menyebabkan satu orang tewas dalam pelatihan KSP sangkar, Polisi masih terus melakukan penyelidikan penyebab korban meninggal dunia. (mii)
Lihat Juga: Perlukah Pendidikan Militer? Kontras: Dikhawatirkan Memunculkan Militerisme di Kampus