Simak, Ini Gejala yang Terjadi jika Terjangkit Virus Nipah
Jakarta, tvOnenews.com - Virus nipah (NiV) adalah virus zoonosis, yakni penyakit yang dapat menular dari hewan ke manusia.
Virus ini termasuk dalam genus Henipavirus dan keluarga Paramyxoviridae. Menurut World Health Organization (WHO), infeksi virus nipah dapat menyebabkan penyakit berat pada manusia, mulai dari gangguan pernapasan hingga ensefalitis atau radang otak yang berpotensi mematikan.
Hingga saat ini, belum tersedia vaksin maupun pengobatan khusus untuk infeksi virus nipah, sehingga langkah pencegahan menjadi kunci utama untuk menekan risiko penularan.
Menurut World Health Organization (WHO), infeksi Virus Nipah pada manusia dapat menimbulkan gejala yang bervariasi, mulai dari ringan hingga berat.
Pada tahap awal, penderita umumnya mengalami demam, sakit kepala, nyeri otot, muntah, dan sakit tenggorokan. Gejala ini kemudian dapat berkembang menjadi gangguan pernapasan seperti batuk dan sesak napas.
Dalam kasus yang lebih parah, infeksi dapat menyerang sistem saraf dan menyebabkan ensefalitis (radang otak), yang ditandai dengan pusing, mengantuk, kebingungan, penurunan kesadaran, hingga kejang dan koma dalam waktu 24-48 jam.
WHO mencatat tingkat kematian akibat infeksi Nipah cukup tinggi, sehingga deteksi dini dan perawatan suportif sangat penting.
Selain WHO, Centers for Disease Control and Prevention (CDC) juga menyebut gejala awal Nipah biasanya muncul dalam rentang 3-14 hari setelah terpapar, seperti demam, sakit kepala, batuk, sakit tenggorokan, serta kesulitan bernapas.
Pada beberapa pasien, infeksi dapat berkembang cepat menjadi pembengkakan otak dengan gejala berat berupa kebingungan, kejang, hingga koma.