news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Kasus Kematian Nizam, Ibu Kandung Korban Ungkap Mantan Suami Sering Melakukan KDRT

Senin, 23 Februari 2026 - 10:48 WIB
Reporter:

Jakarta, tvOnenews.com - Kasus kematian Nizam yang diduga akibat kekerasan masih terus didalami. Kuasa hukum keluarga, Mira, menjelaskan awal mula dirinya diminta memberikan pendampingan hukum.

Mira mengaku pertama kali mengetahui kasus tersebut dari media sosial yang ramai membicarakan kabar bahwa ibu kandung Nizam disebut telah meninggal dunia. 

Informasi itu beredar luas dan disebut diframing oleh pihak ayah anak tersebut. Pada Sabtu malam, ia menerima pesan langsung dari kerabat keluarga Lisna yang meminta bantuan hukum.

Karena beredar kabar bahwa ibu kandung telah meninggal, Mira meminta bukti identitas untuk memastikan pihak yang meminta pendampingan benar merupakan ibu kandung Nizam. 

Setelah menerima dokumen seperti KTP, kartu keluarga, dan akta kelahiran, pendampingan hukum pun mulai dilakukan.

Lisna membantah kabar dirinya telah meninggal dunia. Ia menyebut informasi tersebut disampaikan oleh mantan suaminya kepada anak mereka sehingga komunikasi antara ibu dan anak terputus. 

Nizam diketahui terakhir tinggal bersama Lisna hingga usia tujuh tahun sebelum kemudian bersama ayahnya.

Lisna juga mengungkap pernah mengalami kekerasan dalam rumah tangga selama pernikahan, termasuk saat hamil dan setelah melahirkan. 

Kekerasan fisik dan verbal itu menjadi alasan perceraian. Pernyataan tersebut memunculkan pertanyaan apakah pola kekerasan telah berlangsung lama di lingkungan anak.

Dalam proses hukum, kuasa hukum menyebut terdapat sejumlah video yang kini dikumpulkan sebagai alat bukti. Video tersebut disebut memperlihatkan kondisi Nizam sebelum dibawa ke rumah sakit. 

Selain itu, beredar rekaman yang menunjukkan korban sempat menunjuk seseorang saat ditanya mengenai penyebab luka yang dialaminya.

Kuasa hukum juga menyoroti dugaan pembiaran ketika kondisi Nizam memburuk sebelum akhirnya dilarikan ke rumah sakit. 

Hasil visum lengkap masih dinantikan untuk memastikan penyebab kematian secara medis. Namun, pihak kepolisian disebut telah mengantongi sedikitnya dua alat bukti yang cukup untuk menaikkan status perkara.

Lisna menyatakan keinginannya agar kasus ini terungkap secara terang dan pihak yang bertanggung jawab mendapatkan hukuman setimpal. 

Ia mengaku menyesal tidak lebih cepat mengetahui kondisi anaknya dalam satu tahun terakhir.

Sebelum kabar Nizam dirawat di ICU diterima, Lisna mengaku sempat merasakan firasat tidak enak selama beberapa hari. Ia bahkan telah mendatangi makam anaknya dan melihat langsung jasadnya.

Keluarga berharap proses hukum berjalan transparan dan seluruh fakta terungkap. Mereka menuntut keadilan bagi Nizam agar peristiwa serupa tidak kembali terulang.

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

41:24
01:28
05:31
02:52
06:55
01:45

Viral