news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

AS-Israel Vs Iran, Pengamat: Eskalasi Perang Akan Terus Meningkat

Selasa, 3 Maret 2026 - 10:24 WIB
Reporter:

Jakarta, tvOnenews.com - Eskalasi konflik antara Amerika Serikat, Iran, dan Israel terus meningkat dalam beberapa hari terakhir. 

Serangan balasan yang terjadi secara beruntun dinilai memperbesar potensi meluasnya konflik di kawasan Timur Tengah, bahkan membuka kemungkinan keterlibatan lebih banyak negara.

Pengamat Timur Tengah Hasibullah Satrawi menyebut, dalam kurun waktu sekitar tiga hari sejak serangan awal terjadi pada Sabtu siang waktu Indonesia Barat, intensitas dan tingkat kerusakan akibat aksi saling serang terus meningkat. 

Iran disebut semakin gencar menyasar titik-titik yang dianggap sebagai simbol kepentingan Amerika Serikat dan Israel di kawasan, termasuk fasilitas diplomatik dan pangkalan militer.

Menurutnya, pola serangan yang meluas berpotensi menjadi kontraproduktif bagi Iran. Negara-negara Arab Teluk sejauh ini memang baru mengeluarkan pernyataan resmi yang menegaskan hak untuk membalas jika kepentingan mereka terdampak. 

Namun apabila negara-negara tersebut benar-benar terlibat secara militer, eskalasi dinilai akan semakin sulit dikendalikan dan memperluas spektrum konflik.

Selain itu, terdapat kemungkinan negara-negara Barat lain yang selama ini bekerja sama dengan Amerika Serikat dan Israel ikut terseret apabila kepentingan mereka menjadi target. 

Kondisi tersebut dinilai dapat mempersempit ruang gerak Iran dalam jangka menengah hingga panjang.

Di sisi lain, serangan yang menewaskan pemimpin tertinggi Iran, Ayatullah Ali Khamenei, disebut memunculkan dinamika internal tersendiri. 

Kematian Ayatullah Ali Khamenei tersebut disebut memperkuat solidaritas domestik dan sentimen nasionalisme.

Terkait legalitas serangan awal yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel, Hasibullah menilai tindakan tersebut sulit dibenarkan berdasarkan Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa karena dinilai sebagai pelanggaran terhadap kedaulatan teritorial Iran. 

Dalih pencegahan atau serangan preventif atas dugaan ancaman nuklir dinilai tidak boleh mengesampingkan prinsip hukum internasional.

Ia juga menyoroti perbedaan pendekatan dibandingkan konflik sebelumnya, seperti invasi Amerika Serikat ke Irak pada 2003, yang saat itu masih melalui proses dan mekanisme di tingkat PBB meskipun tetap menuai kontroversi. 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:54
02:34
02:04
05:01
01:46
01:50

Viral