Hujan Rudal! Pangkalan Militer AS di Qatar Juga Diserang, Dilaporkan 3 Tentara Tewas
Jakarta, tvOnenews.com — Ketegangan militer di kawasan Timur Tengah meningkat tajam menyusul serangkaian serangan antara Amerika Serikat (AS), Israel, dan Iran yang telah menimbulkan korban jiwa di kedua pihak.
Konflik dipicu oleh serangan udara gabungan Amerika Serikat dan Israel pada Sabtu (28/2/2026) yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, bersama sejumlah pejabat tinggi Iran. Iran kemudian menyatakan berkabung dan berjanji membalas operasi militer tersebut.
Pada hari-hari berikutnya, militer Iran melakukan serangan balasan secara luas dengan meluncurkan rudal dan drone ke berbagai target yang terkait dengan AS dan sekutunya di kawasan Teluk.Â
Serangan itu tidak hanya diarahkan ke wilayah Israel, tetapi juga terhadap instalasi militer AS dan sekutu di negara-negara tetangga seperti Bahrain, Uni Emirat Arab, Kuwait, dan Kuwait.
Dalam serangan tersebut, sejumlah fasilitas militer AS di kawasan dilaporkan menjadi sasaran. Militer AS menyatakan bahwa tiga anggota pasukannya tewas dan lima lainnya mengalami luka serius dalam aksi balasan Iran, yang disebut-sebut terjadi di berbagai titik di wilayah Timur Tengah di luar pertempuran utama.
Insiden ini merupakan eskalasi terburuk dalam konflik yang tengah berlangsung dan menunjukkan meningkatnya ancaman terhadap pasukan AS di luar Irak dan Suriah.
Pihak AS sendiri mengakui adanya korban personel militer meskipun rincian lokasi tertentu tidak selalu diungkap secara terbuka oleh otoritas resmi.