news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ternyata Iran Disebut Punya Stok 200 Kg Uranium

Rabu, 11 Maret 2026 - 12:02 WIB
Reporter:

Jakarta, tvOnenews.com – Badan Energi Atom Internasional (IAEA) mengungkapkan bahwa sejumlah stok uranium Iran yang diperkaya hingga mendekati tingkat senjata nuklir diduga masih tersimpan di kompleks terowongan di Isfahan.

Kepala IAEA Rafael Grossi mengatakan, berdasarkan inspeksi terakhir, fasilitas di Isfahan menyimpan lebih dari 200 kilogram uranium dengan tingkat kemurnian mencapai 60 persen.

Uranium dengan tingkat pengayaan tersebut dinilai hanya selangkah lagi untuk diperkaya hingga mencapai level senjata nuklir.

Grossi menjelaskan bahwa sebagian besar stok uranium berkemurnian tinggi milik Iran berada di fasilitas tersebut.

Kompleks terowongan di Isfahan diketahui menjadi satu-satunya fasilitas nuklir Iran yang tidak mengalami kerusakan parah dalam serangan militer yang terjadi pada Juni lalu oleh Israel dan Amerika Serikat.

Serangan tersebut menargetkan sejumlah instalasi nuklir Iran yang dinilai berpotensi mendukung pengembangan senjata nuklir.

Para diplomat sebelumnya juga menyebut bahwa fasilitas di Isfahan telah digunakan untuk menyimpan uranium yang diperkaya hingga 60 persen.

Informasi tersebut diperkuat dalam laporan IAEA kepada negara-negara anggota pada Februari lalu, meskipun laporan tersebut tidak merinci jumlah pasti uranium yang tersimpan di lokasi tersebut.

IAEA memperkirakan bahwa ketika Israel melancarkan serangan pertama pada Juni, Iran memiliki sekitar 440,9 kilogram uranium dengan kemurnian 60 persen.

Jika diperkaya hingga tingkat senjata, jumlah tersebut secara teori cukup untuk menghasilkan bahan peledak bagi sekitar 10 bom nuklir menurut tolok ukur lembaga tersebut.

Grossi juga mengatakan hingga saat ini tidak ada indikasi kuat bahwa stok uranium tersebut telah dipindahkan dari Isfahan.

Namun demikian, Iran belum memberikan pemberitahuan kepada IAEA mengenai status maupun lokasi uranium berkemurnian tinggi setelah serangan pada Juni.

Teheran juga belum mengizinkan para inspektur IAEA kembali mengakses fasilitas nuklir yang sebelumnya menjadi target pemboman.

Program nuklir Iran menjadi salah satu alasan yang dikemukakan Israel dan Amerika Serikat dalam melancarkan serangan terhadap sejumlah instalasi nuklir Iran. Kedua negara menilai Iran semakin dekat untuk mampu memproduksi bom nuklir.

Meski demikian, IAEA sebelumnya menyatakan belum menemukan indikasi kredibel adanya program senjata nuklir terkoordinasi di Iran.

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

05:24
01:11
03:42
05:07
03:34
05:04

Viral