news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Serangan Darat ke Iran, Misi Mustahil Trump

Rabu, 18 Maret 2026 - 00:56 WIB
Reporter:

Jakarta, tvOnenews.com - Konflik bersenjata antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel yang telah memasuki hari ke-17 dinilai masih jauh dari kata mereda. Bahkan, Iran disebut menolak segala kemungkinan gencatan senjata dan terus meningkatkan serangan yang menargetkan pejabat tinggi Israel.

Pengamat politik internasional Wibawanto Nugroho Widodo menilai, konflik ini setidaknya memiliki tiga kemungkinan skenario ke depan. Salah satunya adalah deeskalasi, di mana semua pihak menahan diri, meski konflik melalui jaringan proksi diperkirakan tetap berlangsung.

Namun, ia menilai skenario tersebut sulit terwujud dalam waktu dekat. Menurutnya, baik Iran maupun Amerika Serikat dan Israel sama-sama memandang pihak lawan sebagai ancaman eksistensial sehingga kecil kemungkinan menghentikan serangan dalam waktu singkat.

Ia menjelaskan, Amerika Serikat memiliki kepentingan politik untuk mendorong perubahan rezim di Iran. Rezim baru yang diharapkan adalah yang memiliki legitimasi domestik dan internasional, serta mampu menjalin hubungan dengan negara-negara di kawasan, termasuk negara Arab, Israel, hingga kekuatan global seperti Rusia dan China.

Di sisi lain, Iran juga memiliki tujuan strategis jangka panjang, termasuk mengusir pengaruh Amerika Serikat dari Timur Tengah. Kondisi ini membuat konflik berpotensi berlangsung lama dengan pola perang berlarut.

Lebih lanjut, konflik yang awalnya berbentuk proxy war kini telah meningkat menjadi limited direct war atau perang langsung terbatas antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel. Situasi ini dinilai berada di level dua menuju tiga dalam eskalasi konflik global.

Jika eskalasi meningkat menjadi konflik regional yang melibatkan banyak negara di Timur Tengah, hingga akhirnya menyeret kekuatan besar dunia seperti NATO, Rusia, dan China, maka risiko menuju perang dunia semakin terbuka.

Selain itu, ketegangan di Selat Hormuz juga menjadi sorotan. Iran dilaporkan melakukan blokade parsial terhadap jalur tersebut, sementara Amerika Serikat merespons dengan operasi militer untuk menjaga jalur pelayaran. Padahal, sekitar 20 persen pasokan energi dunia melewati kawasan ini.

Penggunaan teknologi militer canggih seperti drone, kecerdasan buatan, hingga sistem persenjataan modern lainnya juga disebut telah mewarnai konflik ini, menjadikannya semakin kompleks dan sulit dikendalikan.

Terkait kemungkinan invasi darat oleh Amerika Serikat, pengamat menilai hal tersebut belum menjadi opsi utama. Kehadiran pasukan, termasuk kapal serbu amfibi, lebih bertujuan sebagai bentuk tekanan militer dan pencegah (deterrence), bukan untuk pendudukan langsung.

Ia menambahkan, invasi darat ke Iran akan menjadi langkah yang sangat berat dan berisiko tinggi, mengingat kondisi geografis serta kekuatan militer Iran yang dinilai cukup kuat, terutama dalam perang asimetris.

Dengan kondisi saat ini, konflik diperkirakan masih akan berlangsung dan berpotensi meluas jika tidak ada upaya serius dari berbagai pihak untuk menahan eskalasi.

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

06:47
06:03
01:21
01:11
01:18
01:06

Viral