Didesak Tarik Pasukan, TNI Tetap Kirim 756 Prajurit ke Lebanon untuk Misi Perdamaian PBB
Jakarta, tvOnenews.com - Markas Besar TNI memastikan tetap mengirim prajurit ke Lebanon dalam misi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa meskipun muncul desakan penarikan pasukan dari wilayah konflik tersebut.
Komandan Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian TNI Mayjen TNI Iwan Bambang Setiawan menyatakan sebanyak 756 prajurit akan diberangkatkan untuk menggantikan personel yang telah bertugas lebih dari satu tahun.
Pengiriman pasukan dijadwalkan pada Mei 2026 sesuai rotasi penugasan. Prajurit yang saat ini bertugas di Lebanon akan ditarik kembali ke Indonesia setelah menyelesaikan masa tugas, kemudian digantikan oleh kontingen baru.
TNI berharap seluruh personel yang menjalankan misi dapat menyelesaikan tugas dengan baik dan kembali dengan selamat.
Keputusan ini diambil setelah tiga prajurit TNI gugur dalam misi perdamaian di Lebanon pada akhir Maret 2026. Ketiga prajurit tersebut adalah Praka Farizal, Sertu Muhammad Nur Ichwan, dan Kapten Infanteri Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar.
Praka Farizal meninggal akibat serangan artileri tidak langsung di dekat Ait Alkusair pada 29 Maret, sementara Sertu Nur Ihwan dan Kapten Zulmi gugur akibat ledakan kendaraan di dekat Bani Hayan pada 30 Maret.
Sebelumnya, Ketua MPR Ahmad Muzani meminta pemerintah menarik seluruh pasukan TNI dari Lebanon dengan alasan keselamatan prajurit.
Ia juga mendorong Dewan Keamanan PBB untuk menggelar penyelidikan serta menjatuhkan sanksi atas serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian.
UNIFIL ditempatkan di Lebanon untuk mengawasi konflik di sepanjang garis demarkasi antara Lebanon dan Israel.
Misi tersebut melibatkan sekitar 10.000 pasukan penjaga perdamaian dari berbagai negara, dengan sekitar 1.200 personel berasal dari TNI.