KAI Serahkan Penyelidikan Kecelakaan KA Argo Bromo dengan KRL kepada KNKT
Bekasi, tvOnenews.com - Proses evakuasi korban kecelakaan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur masih terus berlangsung, dengan progres yang diperkirakan telah mencapai sekitar 60 persen.
Tim gabungan dari Basarnas, TNI, Polri, serta relawan terus melakukan evakuasi secara hati-hati. Dari keseluruhan gerbong, hanya sekitar seperempat bagian yang dapat diakses petugas. Akses masuk pun terbatas hanya melalui satu pintu, sehingga jumlah personel yang dapat bekerja di dalam gerbong sangat terbatas.
Sejumlah korban yang masih terjebak dilaporkan masih dalam kondisi hidup dan mampu berkomunikasi, meski bagian tubuh bawah mereka terjepit material kereta.
Kondisi ini membuat proses evakuasi harus dilakukan secara bertahap untuk menghindari risiko cedera tambahan.
Petugas juga menyalurkan oksigen ke dalam gerbong menggunakan selang dari gerbong lain guna menjaga suplai udara, baik bagi korban maupun tim penyelamat. Selain itu, peralatan medis dan logistik terus disuplai secara berkala ke lokasi evakuasi.
Di sisi lain, PT Kereta Api Indonesia menyerahkan penyelidikan penyebab kecelakaan kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).
Sementara itu, upaya teknis seperti pemotongan bagian kereta dilakukan untuk memisahkan lokomotif yang tersangkut dan membuka akses evakuasi.
Data sementara menunjukkan seluruh penumpang KA Argo Bromo Anggrek yang berjumlah sekitar 240 orang berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat. Korban jiwa dan luka berasal dari penumpang KRL yang berada di gerbong terdampak.