Sopir Green SM Diperiksa Usai Diduga Picu Gangguan Sebelum Tabrakan Kereta di Bekasi Timur
Bekasi Timur, tvOnenews.com - Polisi mulai mengungkap perkembangan penanganan kasus kecelakaan rangkaian kereta di Bekasi Timur, Jawa Barat, yang melibatkan KRL Commuter Line dan Argo Bromo Anggrek.
Pengemudi taksi listrik Green SM yang diduga menjadi pemicu kecelakaan kini diamankan untuk dimintai keterangan lebih lanjut.
Pengemudi taksi berwarna hijau dari perusahaan Green SM tersebut saat ini berada di Polres Metro Bekasi Kota.
Pemeriksaan dilakukan untuk mendalami peran kendaraan tersebut dalam insiden yang terjadi di kawasan Stasiun Bekasi Timur.
Berdasarkan keterangan awal dari pihak kepolisian, kendaraan listrik tersebut diduga mengalami gangguan kelistrikan saat melintasi perlintasan rel sehingga mesin mendadak mati di tengah jalur. Kondisi ini menyebabkan gangguan perjalanan kereta yang melintas di jalur tersebut.
Meski insiden awal antara kendaraan dan kereta komuter tidak menimbulkan korban jiwa, gangguan itu berdampak pada operasional kereta lain di lintasan yang sama.
Polisi menduga informasi terkait gangguan di jalur belum tersampaikan secara menyeluruh kepada masinis kereta jarak jauh yang melaju dengan kecepatan tinggi.
Hal ini diduga menjadi salah satu faktor yang berkontribusi pada terjadinya tabrakan antara KRL dan kereta Argo Bromo Anggrek.
Penyelidikan masih berlangsung dan belum ada kesimpulan final terkait penyebab utama kecelakaan. Aparat menggunakan metode traffic accident analysis untuk merekonstruksi kejadian sebelum dan sesudah insiden guna memperoleh gambaran utuh peristiwa.
Sementara itu, rekaman video yang beredar menunjukkan pengemudi taksi berada di luar kendaraan dalam kondisi syok sesaat setelah kejadian.
Ia sempat menjelaskan bahwa mobil yang dikendarainya tiba-tiba berhenti dan tidak dapat dijalankan saat berada di tengah perlintasan rel.
Dugaan gangguan teknis pada kendaraan tersebut kini menjadi salah satu fokus penyelidikan dalam rangkaian kasus kecelakaan tersebut.