Meski Masih Undervalue, BI Optimistis Rupiah Menguat
Jakarta, tvOnenews.com - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo optimistis nilai tukar rupiah berpotensi menguat dalam waktu ke depan seiring kuatnya fundamental ekonomi nasional.
Menurutnya, posisi rupiah saat ini masih berada dalam kondisi undervalue atau berada di bawah nilai yang seharusnya.
Pernyataan tersebut disampaikan Perry usai mengikuti pembahasan bersama Presiden terkait kondisi nilai tukar rupiah dan perekonomian nasional.
Ia menjelaskan, secara fundamental kondisi ekonomi Indonesia dinilai masih kuat. Hal itu tercermin dari pertumbuhan ekonomi yang disebut mencapai 5,61 persen, inflasi yang tetap rendah, pertumbuhan kredit yang tinggi, hingga cadangan devisa yang masih solid.
Menurut Perry, kondisi tersebut semestinya membuat rupiah berada dalam posisi stabil dan cenderung menguat. Namun dalam jangka pendek, nilai tukar masih menghadapi tekanan akibat dua faktor utama, yakni kondisi global dan faktor musiman.
Bank Indonesia juga menyiapkan sejumlah langkah untuk memperkuat stabilitas rupiah, salah satunya melalui diversifikasi sumber pembiayaan.
Pemerintah dan BI berencana menerbitkan panda bond di China dengan bunga yang dinilai lebih rendah sehingga ketergantungan terhadap dolar Amerika Serikat dapat dikurangi.
Langkah diversifikasi tersebut diharapkan mampu memperkuat struktur pembiayaan sekaligus menjaga stabilitas nilai tukar ke depan.
Dalam kesempatan itu, Perry turut menyampaikan pesan Presiden kepada masyarakat agar tidak khawatir terhadap kondisi ekonomi nasional.
Ia menegaskan pemerintah memiliki kondisi fiskal dan likuiditas yang dinilai cukup kuat untuk menjaga stabilitas ekonomi di tengah tekanan global.