news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Mahendra: Krisis Ekonomi Dunia Jadi Ancaman Jika Perang Berlanjut

Kamis, 7 Mei 2026 - 09:00 WIB
Reporter:

Jakarta, tvOneenews.com - Ketegangan di kawasan Timur Tengah, khususnya terkait Selat Hormuz, dinilai berpotensi memengaruhi stabilitas ekonomi global jika konflik antara Iran dan Amerika Serikat terus berlanjut. 

Pengamat Timur Tengah Hasibullah Satrawi menilai posisi Selat Hormuz menjadi salah satu faktor penting dalam konflik yang melibatkan Iran. 

Jalur laut tersebut merupakan salah satu rute utama distribusi minyak dunia, sehingga setiap gangguan terhadap aktivitas pelayaran di kawasan itu dapat berdampak langsung terhadap pasokan energi global dan harga minyak internasional.

Selain itu, menurut Hasibullah, Iran memanfaatkan posisi strategis Selat Hormuz sebagai alat tekanan politik terhadap Amerika Serikat dan sekutunya. 

Namun, penggunaan jalur tersebut sebagai instrumen geopolitik dinilai memiliki keterbatasan karena dapat memicu tekanan internasional, termasuk dari negara-negara yang terdampak krisis energi.

Sejumlah pengamat juga menyoroti kemungkinan keterlibatan komunitas internasional apabila penutupan jalur pelayaran berlangsung dalam waktu lama. 

Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa disebut berpotensi menjadi forum yang digunakan negara-negara dunia untuk membahas dampak blokade terhadap perdagangan dan distribusi energi global.

Selain itu, pertemuan antara pejabat Iran dan China disebut menjadi salah satu sinyal penting dalam dinamika diplomasi internasional. 

China dinilai memiliki posisi strategis dalam menjaga keseimbangan geopolitik sekaligus berpotensi memainkan peran mediasi di tengah meningkatnya ketegangan kawasan.

Pengamat hubungan internasional dan Wamenlu RI 2019-2022 Mahendra Siregar menilai konflik Iran berpotensi memengaruhi tatanan geopolitik global. 

Menurutnya, dominasi pendekatan unilateral Amerika Serikat diperkirakan akan semakin mendapat tantangan dari kekuatan-kekuatan besar lain seperti China, Rusia, dan Iran.

Ia juga menyoroti kemungkinan adanya pembahasan terkait pengelolaan keamanan Selat Hormuz dalam proses negosiasi antara Iran dan Amerika Serikat. Jika hal tersebut benar terjadi, maka posisi Iran dinilai akan menjadi lebih kuat dalam percaturan geopolitik kawasan.

Meski demikian, Mahendra  mengingatkan dampak terbesar dari konflik berkepanjangan justru dapat dirasakan pada sektor ekonomi dunia. 

Penutupan atau gangguan distribusi di Selat Hormuz berpotensi menghambat pasokan minyak dan gas dari negara-negara Teluk menuju pasar global.

Pemulihan distribusi energi melalui jalur tersebut diperkirakan membutuhkan waktu beberapa bulan apabila kesepakatan politik berhasil dicapai. 

Namun, jika negosiasi berlangsung alot dan ketegangan terus meningkat, kondisi ekonomi global dikhawatirkan semakin tertekan akibat lonjakan harga energi dan gangguan rantai pasok internasional.

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

05:18
05:59
01:27
00:49
02:49
02:10

Viral