news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Bareskrim Polri Gerebek Judol Lintas Negara, Pelaku Diperiksa di Kantor Imigrasi

Senin, 11 Mei 2026 - 08:32 WIB
Reporter:

Jakarta, tvOnenews.com - Bareskrim Polri menggerebek sebuah gedung perkantoran di kawasan Hayam Wuruk, Jakarta Barat, yang diduga menjadi pusat operasional judi online jaringan internasional. 

Dalam operasi tersebut, polisi menangkap 321 orang yang mayoritas merupakan warga negara asing (WNA).

Penggerebekan dilakukan saat para pelaku tengah menjalankan aktivitas operasional situs judi online. Dari total yang diamankan, sebanyak 224 orang merupakan laki-laki, 96 perempuan, serta satu warga negara Indonesia asal Jakarta. Para WNA tersebut berasal dari sejumlah negara di Asia, di antaranya Vietnam, Tiongkok, Myanmar, Laos, Thailand, dan Kamboja.

Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri menemukan sedikitnya 75 domain dan situs web yang diduga digunakan sebagai sarana perjudian daring lintas negara. 

Situs-situs tersebut menggunakan kombinasi karakter dan variasi label tertentu guna menghindari pemblokiran dari pemerintah. Polisi menyebut para pelaku ditangkap dalam kondisi tertangkap tangan ketika sedang mengoperasikan sistem perjudian online.

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, jaringan tersebut menjalankan operasional secara terstruktur layaknya perusahaan dengan pembagian tugas, mulai dari operator, layanan pelanggan, hingga bagian keuangan. 

Aktivitas itu diketahui telah berjalan selama sekitar dua bulan di lantai 20 dan 21 gedung perkantoran tersebut.

Sebanyak 320 WNA kemudian dibawa ke Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan untuk menjalani pemeriksaan lanjutan terkait dokumen keimigrasian dan dugaan pelanggaran hukum lainnya. 

Sementara itu, Bareskrim masih mendalami kemungkinan keterlibatan pihak lain, termasuk pemodal, penyedia fasilitas, hingga aliran dana yang diduga terkait tindak pidana pencucian uang.

Dalam penggerebekan tersebut, aparat kepolisian juga mengerahkan personel Brimob untuk melakukan pengamanan ketat di lokasi. 

Langkah itu dilakukan untuk menjaga proses penyidikan dan pengumpulan barang bukti mengingat kasus tersebut melibatkan jaringan lintas negara.

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

05:46
01:55
05:30
07:29
02:00
08:12

Viral