news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Melihat Proses Pengolahan Sampah Organik di Pasar Kramat Jati

Senin, 11 Mei 2026 - 13:51 WIB
Reporter:

Jakarta, tvOnenews.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama Perumda Pasar Jaya mulai menjalankan program pemilahan dan pengolahan sampah mandiri di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur. 

Program tersebut dilakukan untuk mengurangi beban pengiriman sampah ke TPST Bantargebang sekaligus menciptakan sistem pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan.

Dalam tahap awal, Pemprov DKI melakukan uji coba penggunaan mesin pengolah sampah organik di kawasan pasar. 

Teknologi tersebut dirancang untuk mengolah sampah organik menjadi produk yang dapat dimanfaatkan kembali, seperti kompos cair dan media tanam.

Pihak pengelola menjelaskan terdapat dua teknologi utama yang digunakan dalam proses pengolahan sampah tersebut. 

Teknologi pertama adalah hidrotermal yang berfungsi mengubah sampah organik menjadi kompos cair atau booster tanaman. 

Sementara teknologi kedua merupakan sistem komposting 24 jam yang mengubah sampah organik menjadi kompos padat atau media tanam.

Mesin yang saat ini diuji coba masih berkapasitas kecil dan digunakan sebagai tahap awal pembuktian konsep kepada Perumda Pasar Jaya. 

Dalam uji coba tersebut, mesin mampu mengolah sekitar 100 kilogram sampah per jam. Namun ke depan, pengelola menargetkan kapasitas pengolahan dapat ditingkatkan hingga lebih dari 50 ton sampah per hari.

Pengelola mengakui tantangan terbesar dalam penerapan sistem tersebut adalah proses pemilahan sampah. 

Selama ini, masyarakat dan pedagang pasar dinilai belum terbiasa memisahkan sampah organik dan nonorganik sejak awal.

Untuk mengatasi kendala tersebut, pihak Pasar Jaya melibatkan petugas keamanan dan tim kebersihan pasar guna membantu proses edukasi dan pemilahan sampah kepada para pedagang. Langkah itu dinilai mulai membantu memperlancar pengumpulan sampah organik yang menjadi bahan utama pengolahan mesin.

Pasar Induk Kramat Jati menjadi salah satu lokasi prioritas pengelolaan sampah karena merupakan pasar terbesar di Jakarta dengan volume sampah harian yang tinggi. Aktivitas perdagangan sayur, buah, dan bahan pangan menghasilkan timbulan sampah organik dalam jumlah besar setiap hari.

Program pengolahan sampah mandiri ini menjadi bagian dari upaya Pemprov DKI Jakarta mengurangi ketergantungan terhadap TPST Bantargebang yang selama ini menampung sebagian besar sampah ibu kota. Selain memperluas pengolahan sampah berbasis kawasan, pemerintah daerah juga mulai memperkuat kebijakan pemilahan sampah dari sumber dan pengembangan bank sampah di berbagai wilayah Jakarta.
 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:33
07:16
00:53
01:07
05:10
06:46

Viral