news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Kontroversi Lomba Cerdas Cermat MPR RI

Rabu, 13 Mei 2026 - 07:08 WIB
Reporter:

Pontianak, tvOnenews.com - Pelaksanaan Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI tingkat Provinsi Kalimantan Barat menuai kontroversi setelah muncul protes terkait keputusan penilaian dewan juri pada babak final kompetisi.

Polemik bermula ketika SMA Negeri 1 Pontianak mempertanyakan keputusan juri yang menilai salah jawaban tim mereka terkait mekanisme pemilihan anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Dalam perlombaan tersebut, regu C dari SMAN 1 Pontianak mendapatkan pengurangan nilai -5 setelah memberikan jawaban atas pertanyaan mengenai lembaga yang harus memberikan pertimbangan dalam pemilihan anggota BPK.

Namun pertanyaan serupa kemudian diberikan kepada tim lain dan dijawab oleh peserta dari SMA Negeri 1 Sambas dengan substansi jawaban yang dianggap serupa. Berbeda dengan tim sebelumnya, jawaban tersebut justru diberikan nilai penuh oleh dewan juri.

Perbedaan penilaian itu memicu keberatan dari pihak SMAN 1 Pontianak yang menilai terdapat ketidakkonsistenan dalam proses penjurian. 

Dalam dokumen klarifikasi yang beredar di media sosial, pihak sekolah juga menyoroti fokus dan objektivitas dewan juri selama perlombaan berlangsung.

Kontroversi tersebut kemudian ramai diperbincangkan di media sosial dan memunculkan tuntutan agar panitia memberikan penjelasan terbuka terkait sistem penilaian yang digunakan.

Menanggapi polemik itu, Ketua Komisi X DPR RI mendorong Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia untuk segera memberikan klarifikasi resmi. 

Ia juga mengusulkan agar lomba tingkat Provinsi Kalimantan Barat diulang demi menjaga kredibilitas kompetisi dan memastikan hasil yang adil bagi seluruh peserta.

Menurutnya, seluruh sekolah peserta telah mempersiapkan diri secara maksimal sehingga proses penilaian harus dilakukan secara transparan dan profesional. 

Ia menilai perlombaan ulang dapat menjadi solusi untuk meredam polemik sekaligus menjaga kepercayaan publik terhadap pelaksanaan lomba.

Sementara itu, warganet terus mendesak adanya evaluasi terhadap sistem penjurian dan mekanisme perlombaan agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

05:04
06:14
01:39
01:48
05:10
01:22

Viral