news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

AS Mulai Kehabisan Senjata, Minta Tambah Anggaran Senilai Rp24 Kuadriliun | OneNews Update

Selasa, 19 Mei 2026 - 12:24 WIB
Reporter:

Jakarta, tvOnenews.com - Permintaan anggaran pertahanan senilai 1,5 triliun dolar Amerika Serikat dari pemerintahan Donald Trump menjadi sorotan di Kongres Amerika Serikat. 

Sejumlah anggota parlemen mempertanyakan kondisi persediaan amunisi strategis Amerika Serikat yang dinilai semakin menipis akibat keterlibatan dalam berbagai konflik global.

Dalam sidang di Capitol Hill pekan lalu, pejabat Pentagon menghadapi kritik tajam saat membela proposal anggaran tersebut. 

Pemerintah Amerika Serikat diketahui mengajukan dana sebesar 70,5 miliar dolar AS untuk pengadaan amunisi bernilai tinggi, meningkat sekitar 188 persen dibandingkan permintaan tahun sebelumnya.

Meski demikian, sejumlah analis dan anggota Kongres menilai peningkatan anggaran saja tidak cukup untuk menyelesaikan persoalan mendasar terkait krisis persenjataan dan kesiapan logistik militer Amerika Serikat. 

Mereka menyoroti penggunaan cadangan senjata nasional yang dinilai terlalu agresif dalam beberapa tahun terakhir.

Salah satu kebijakan yang mendapat perhatian adalah Presidential Drawdown Authority (PDA), mekanisme darurat yang memungkinkan presiden mengirim persenjataan langsung dari stok militer Amerika Serikat ke negara mitra. Sebelum 2021, batas tahunan mekanisme tersebut hanya sekitar 100 juta dolar AS.

Namun setelah pecahnya perang di Ukraina, Kongres beberapa kali menaikkan batas PDA hingga mencapai 14,5 miliar dolar AS untuk mendukung bantuan militer kepada Kyiv. Kebijakan itu disebut mempercepat pengurasan stok persenjataan strategis Amerika Serikat.

Laporan media Responsible Statecraft menilai kondisi tersebut memperlihatkan rapuhnya kesiapan logistik militer Amerika Serikat dalam menghadapi konflik berkepanjangan, terutama di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global.

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

05:03
04:27
01:43
03:22
05:14
01:32

Viral