news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Bikin Geger! Peneliti WNI Diduga Bikin Riset Palsu di Forum Ilmiah Dunia

Kamis, 28 Mei 2026 - 12:53 WIB
Reporter:

Jakarta, tvOnenews.com - Dugaan pelanggaran integritas akademik yang melibatkan sejumlah Warga Negara Indonesia (WNI) mencuat dalam ajang internasional International Symposium on Pneumococci and Pneumococcal Diseases (ISPPD) 2026 di Copenhagen, Denmark. 

Sejumlah peserta asal Indonesia diduga mempresentasikan riset dengan data yang tidak valid atau hasil fabrikasi.

Polemik ini ramai diperbincangkan setelah peneliti Indonesia, Ida Bagus Mandara Brasika, mengungkap dugaan tersebut melalui media sosial. 

Ia menyebut terdapat indikasi pemalsuan identitas hingga penggunaan data penelitian yang diduga tidak pernah benar-benar dilakukan.

Menurut dugaan yang beredar, beberapa presentasi ilmiah dibuat seolah meyakinkan dengan memanfaatkan bantuan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), namun isi penelitian disebut tidak memiliki dasar data yang jelas. Bahkan muncul tudingan adanya pergantian identitas peserta saat presentasi berlangsung.

ISPPD 2026 sendiri merupakan konferensi ilmiah internasional yang membahas penyakit pneumokokus dan dihadiri ribuan ilmuwan dari berbagai negara. 

Forum tersebut berlangsung pada 17–21 Mei 2026 di Copenhagen, Denmark. Sejumlah nama peserta asal Indonesia kemudian menjadi sorotan setelah penelitian yang dipresentasikan dipertanyakan validitasnya.

Dugaan manipulasi riset ini disebut berkaitan dengan program pendanaan perjalanan atau travel grant yang diberikan panitia konferensi kepada peserta terpilih. 

Nilai bantuan disebut mencapai sekitar Rp52 juta per peserta, sehingga memunculkan dugaan adanya motivasi finansial di balik pengajuan penelitian palsu.

Menanggapi polemik tersebut, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menyatakan pemerintah memberikan perhatian serius terhadap dugaan pelanggaran etika penelitian tersebut. 

Kementerian saat ini melakukan pendalaman untuk memastikan fakta-fakta yang beredar, termasuk menelusuri keterkaitan pihak-pihak yang disebut dengan institusi pendidikan tinggi atau lembaga riset di Indonesia.

Pemerintah menegaskan proses penanganan dilakukan secara hati-hati dengan tetap memberikan ruang klarifikasi kepada seluruh pihak. 

Berdasarkan informasi awal, nama-nama yang disebut dalam polemik tersebut disebut tidak terindikasi sebagai dosen maupun peneliti aktif di perguruan tinggi Indonesia.

Meski demikian, kasus ini dinilai berpotensi memengaruhi reputasi ekosistem riset nasional di mata internasional. 

Dalam beberapa tahun terakhir, isu integritas akademik menjadi perhatian global seiring meningkatnya penggunaan teknologi AI dalam penyusunan karya ilmiah. 

Sejumlah lembaga akademik internasional kini memperketat proses verifikasi data penelitian dan etika publikasi untuk mencegah praktik fabrikasi maupun manipulasi riset.

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

05:17
03:23
01:16
03:08
07:53
02:43

Viral