news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Membentuk Pulau, Muara Angke "Dikepung" Sampah

Senin, 8 Juni 2026 - 11:58 WIB
Reporter:

Jakarta, tvOnenews.com – Hamparan laut di kawasan Muara Angke, Jakarta Utara, kini menghadirkan pemandangan yang memprihatinkan. 

Tumpukan sampah plastik, styrofoam, limbah kayu, hingga dedaunan yang mengapung dan mengeras di permukaan perairan membentuk daratan semu yang oleh warga dijuluki sebagai Pulau Sampah.

Fenomena tersebut menjadi gambaran nyata persoalan sampah yang terus menghantui pesisir ibu kota. Dari kejauhan, hamparan limbah itu bahkan tampak seperti daratan baru yang muncul di tengah laut.

Tumpukan sampah yang menutupi permukaan perairan tidak hanya mengganggu pemandangan, tetapi juga berdampak langsung terhadap aktivitas nelayan. Mereka harus membersihkan baling-baling kapal dan jaring yang tersangkut sampah sebelum dapat melaut.

Kondisi tersebut membuat waktu operasional nelayan bertambah, sementara hasil tangkapan ikan justru menurun.

Nelayan berharap pemerintah dapat melakukan penanganan secara berkelanjutan agar akses keluar-masuk kapal kembali normal dan aktivitas melaut tidak lagi terganggu.

Di sisi lain, pengamat lingkungan Prof. Arif Sumantri menilai fenomena Pulau Sampah merupakan sinyal krisis lingkungan yang lebih besar. 

Menurutnya, tingginya pencemaran sampah di wilayah pesisir berpotensi menimbulkan berbagai dampak kesehatan bagi masyarakat.

Ia menjelaskan kondisi lingkungan yang tercemar, penggunaan air sungai untuk kebutuhan sehari-hari, hingga pengelolaan limbah yang belum optimal dapat meningkatkan risiko penyakit, termasuk infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

Fenomena Pulau Sampah yang viral di media sosial juga mendorong Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk melakukan pembersihan di kawasan Muara Angke.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengatakan Muara Angke merupakan titik muara dari sedikitnya 13 sungai yang bermuara ke Teluk Jakarta. Kondisi tersebut membuat kawasan itu menjadi lokasi penumpukan sampah sekaligus endapan lumpur.

Menurut Pramono, sampah yang menumpuk di kawasan tersebut telah dibersihkan dalam waktu sekitar tiga hingga empat hari. Ia juga meminta agar pembersihan dilakukan secara rutin untuk mencegah terulangnya fenomena serupa.

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

05:05
02:16
00:51
03:20
06:04
19:22

Viral