Jakarta, tvOnenews.com - Pelabuhan Perikanan Nusantara Muara angke, Jakarta Utara, mengalami kelebihan kapasitas akibat ribuan kapal nelayan yang memilih parkir dan tidak melaut. Pelabuhan yang hanya mampu menampung sekitar 1.200 kapal kini dipadati lebih dari 2.000 kapal yang bersandar.
Penumpukan kapal nelayan ini dilaporkan sudah terjadi selama tiga bulan terakhir. Dari total sekitar 2.500 kapal yang tercatat berada di kawasan Pelabuhan Muara Angke, hanya sekitar 500 kapal yang beroperasi melaut, sementara sisanya memilih tetap berlabuh.
Cuaca buruk menjadi salah satu faktor penyebab nelayan menunda keberangkatan. Selain itu, ada pula pengusaha kapal yang memilih menunggu setelah perayaan Tahun Baru Imlek karena alasan kepercayaan.
Kondisi semakin diperparah dengan keberadaan kapal-kapal rusak yang sudah lama terbengkalai di area pelabuhan, sehingga mengurangi kapasitas sandar.
Situasi ini membuat aktivitas pelabuhan sempat lumpuh dan kapal-kapal yang hendak keluar harus mengantre panjang untuk bisa berlayar.
Polres Pelabuhan Tanjung Priok bersama pihak pengelola pelabuhan telah melakukan koordinasi dan penertiban untuk mengurai kepadatan demi memperlancar arus keluar masuk kapal.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga menyiapkan langkah penanganan dengan menambah kapasitas labuh di kawasan Pelabuhan Muara Angke.
Gubernur Jakarta Pramono Anung menyebut penambahan tersebut ditargetkan dapat menampung tambahan 500 hingga 600 kapal, dengan dukungan persetujuan dari pemerintah pusat melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan.
Sementara itu, para nelayan dan pemilik kapal saat ini masih menunggu antrean karena keterbatasan ruang sandar yang ada. Penambahan kapasitas diharapkan dapat menjadi solusi untuk mengurangi kepadatan dan memulihkan aktivitas pelabuhan kembali normal.