Wasit Asal Somalia Gagal Pimpin Piala Dunia Usai Ditolak Masuk AS
Jakarta, tvOnenews.com - Wasit sepak bola asal Somalia, Omar Abdul Qadir Artan, dipastikan tidak dapat mengikuti program pelatihan maupun bertugas pada ajang FIFA World Cup 2026 setelah ditolak masuk ke Amerika Serikat.
Artan tiba di Bandara Istanbul, Turki, pada Selasa (9/6/2026) malam sebelum melanjutkan perjalanan pulang ke Mogadishu, Somalia. Saat berada di area pemeriksaan paspor, ia menyampaikan apresiasi kepada FIFA, Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF), serta masyarakat Somalia yang telah memberikan dukungan kepadanya selama menghadapi persoalan tersebut.
Meski demikian, Artan memilih tidak memberikan komentar lebih lanjut terkait alasan maupun proses penolakan yang dialaminya saat hendak memasuki wilayah Amerika Serikat.
Sebelumnya, FIFA mengonfirmasi bahwa Artan tidak dapat mengikuti program pelatihan wasit maupun menjalankan tugas resmi pada Piala Dunia 2026 akibat penolakan masuk oleh otoritas Amerika Serikat.
Pemerintah Somalia mengungkapkan telah melakukan berbagai upaya diplomatik, termasuk komunikasi dengan pemerintah Amerika Serikat dan FIFA, agar Artan tetap dapat memperoleh izin masuk. Namun, negosiasi tersebut tidak membuahkan hasil.
Pemerintah Somalia juga menyampaikan kekecewaan atas insiden yang menimpa salah satu perwakilan negaranya di panggung sepak bola internasional tersebut.
Di sisi lain, Komisaris U.S. Customs and Border Protection, Rodney Scott, menyatakan bahwa penolakan masuk terhadap pelancong merupakan prosedur yang lazim dilakukan apabila seseorang dianggap tidak memenuhi persyaratan imigrasi atau dinilai berpotensi menimbulkan ancaman.
Namun ketika dimintai keterangan mengenai kasus Omar Abdul Qadir Artan secara khusus, Scott menolak memberikan penjelasan lebih rinci terkait alasan penolakan tersebut.
Kasus ini menjadi sorotan karena terjadi menjelang pelaksanaan Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Hingga kini belum ada penjelasan resmi dari otoritas Amerika Serikat mengenai dasar keputusan yang membuat Artan gagal menjalankan tugasnya sebagai wasit pada turnamen sepak bola terbesar di dunia tersebut.