news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Trump Ancam Lakukan Serangan Kembali

Kamis, 11 Juni 2026 - 09:51 WIB
Reporter:

Jakarta, tvOnenews.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali meningkatkan tekanan terhadap Iran dengan mengancam melancarkan serangan militer lanjutan setelah menuding Teheran sengaja menunda proses perundingan untuk mengakhiri konflik yang telah berlangsung selama beberapa bulan terakhir.

Pernyataan tersebut disampaikan Trump di Gedung Putih pada Selasa (10/6/2026) waktu setempat. Pemerintah AS menilai Iran belum menunjukkan komitmen yang cukup untuk mencapai kesepakatan damai, sehingga Washington mempertimbangkan langkah militer tambahan yang disebut sebagai tindakan defensif.

Ancaman itu muncul setelah serangkaian serangan balasan antara kedua negara yang kembali memanaskan situasi keamanan di kawasan Teluk.

Menurut laporan pemerintah AS, militer Amerika kembali menyerang sejumlah fasilitas militer dan infrastruktur strategis Iran setelah insiden jatuhnya helikopter Apache milik Angkatan Darat AS di kawasan Selat Hormuz.

Washington menyebut operasi tersebut bertujuan melindungi personel dan kepentingan Amerika Serikat di Timur Tengah.

Di tengah meningkatnya eskalasi, langkah Trump mendapat sorotan dari Kongres AS. Sejumlah anggota Kongres, terutama dari Partai Demokrat, menilai penggunaan kekuatan militer tanpa persetujuan legislatif berpotensi melanggar ketentuan War Powers Resolution atau Undang-Undang Kewenangan Perang yang membatasi penggunaan militer tanpa otorisasi Kongres.

Pekan lalu, Dewan Perwakilan Rakyat AS menyetujui resolusi yang bertujuan membatasi kewenangan presiden untuk melanjutkan operasi militer terhadap Iran tanpa persetujuan Kongres. 

Langkah tersebut mencerminkan meningkatnya kekhawatiran di kalangan legislator terhadap biaya perang, dampak ekonomi, serta potensi meluasnya konflik di kawasan Timur Tengah.

Meski demikian, pemerintahan Trump menegaskan tekanan terhadap Iran akan terus dilakukan melalui jalur militer dan ekonomi sambil tetap membuka peluang penyelesaian konflik melalui diplomasi.

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

03:24
01:04
01:10
01:31
01:04
04:37

Viral