news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Soal BBM Non Subsidi Naik, ESDM: Menyesuaikan Harga Pasar

Jumat, 12 Juni 2026 - 08:38 WIB
Reporter:

Jakarta, tvOnenews.com - Pemerintah menyatakan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax dan Pertamax Green tidak dapat dihindari karena harus mengikuti perkembangan harga pasar dan biaya penyediaan energi. Penyesuaian harga tersebut mulai berlaku pada Rabu (10/6/2026).

Harga Pertamax RON 92 naik dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter atau meningkat sekitar 32 persen. Sementara itu, harga Pertamax Green RON 95 naik dari Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter atau sekitar 34 persen. Di sisi lain, harga BBM bersubsidi seperti Pertalite dan Biosolar tidak mengalami perubahan.

Juru Bicara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Dwi Anggia menyatakan penyesuaian harga diperlukan untuk menjaga stabilitas pasokan dan keberlanjutan sektor energi nasional.

Pemerintah menilai kebijakan tersebut harus dilakukan agar tidak menimbulkan tekanan yang lebih besar terhadap kondisi fiskal maupun sektor energi dalam jangka panjang.

Pemerintah juga menegaskan bahwa dampak kenaikan harga Pertamax terhadap inflasi diperkirakan terbatas. Pasalnya, sektor transportasi umum dan angkutan logistik masih menggunakan BBM bersubsidi sehingga biaya distribusi barang diperkirakan tidak mengalami kenaikan signifikan.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyatakan pemerintah tetap mempertahankan harga BBM subsidi dan LPG untuk menjaga daya beli masyarakat. Sementara untuk BBM nonsubsidi, harga disesuaikan dengan kondisi pasar yang berlaku.

Dalam kesempatan yang sama, Bahlil juga membantah anggapan bahwa pemadaman listrik yang terjadi di sejumlah wilayah disebabkan oleh kelangkaan batu bara. Menurutnya, pasokan batu bara untuk kebutuhan pembangkit listrik nasional masih tersedia sesuai target penugasan pemerintah.

Pemerintah menjelaskan gangguan pasokan listrik yang terjadi belakangan ini lebih disebabkan oleh kendala teknis pada sejumlah mesin pembangkit. PLN bersama pemerintah saat ini terus melakukan langkah perbaikan guna memastikan pasokan listrik kembali normal.

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

07:12
02:31
01:33
01:00
01:55
01:54

Viral