Waduh! Zulhas Ungkap MBG Boros Rp 1 Triliun Tiap Bulannya
Jakarta, tvOnenews.com - Pemerintah akan melakukan penataan ulang pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) setelah jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) dilaporkan mengalami pembengkakan signifikan.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengungkapkan jumlah SPPG di wilayah 3T saat ini mencapai 8.617 titik. Angka tersebut jauh melampaui target awal yang hanya sebanyak 2.000 titik.
Dengan demikian, terdapat kelebihan sekitar 6.617 titik dibandingkan rencana semula. Menurut Zulkifli Hasan, seluruh titik tambahan tersebut telah memperoleh izin resmi dari Badan Gizi Nasional (BGN).
Legalitas yang telah diterbitkan itu kemudian dimanfaatkan oleh sejumlah investor maupun pengelola lokal untuk mengakses pembiayaan dari perbankan guna mendukung operasional dapur MBG.
Pembengkakan jumlah SPPG tersebut turut memengaruhi target nasional program MBG.
Sebelumnya, pemerintah merencanakan pembangunan sekitar 21.000 titik SPPG di seluruh Indonesia sebagai pendukung program prioritas Presiden Prabowo Subianto.
Berdasarkan laporan BGN, kelebihan jumlah SPPG tersebut berpotensi menimbulkan tambahan beban anggaran yang besar.
Pemerintah memperkirakan kondisi tersebut menyebabkan pemborosan hingga sekitar Rp1 triliun setiap bulan apabila tidak segera ditata ulang.
Untuk mengatasi persoalan itu, pemerintah bersama BGN dan kementerian terkait akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program MBG. Penataan ulang ditargetkan rampung dalam waktu satu bulan.
Sementara itu, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyatakan pemerintah membuka berbagai opsi untuk meningkatkan efisiensi program, termasuk penyesuaian jumlah SPPG yang beroperasi.
Namun, langkah tersebut masih dalam tahap pembahasan agar tidak mengganggu penyaluran makanan bergizi kepada para penerima manfaat selama proses evaluasi berlangsung