Presiden Panggil Menhub dan Dirut KAI di Istana
Jakarta, tvOnenews.com - Presiden Prabowo Subianto memanggil Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi dan Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Didiek Hartantyo ke Istana Kepresidenan, Kamis (12/6/2026).
Pertemuan tersebut membahas rencana modernisasi Stasiun Gambir serta percepatan penanganan perlintasan sebidang di berbagai wilayah Indonesia.
Usai pertemuan, jajaran KAI mengungkapkan bahwa Presiden memberikan arahan agar renovasi Stasiun Gambir segera dilaksanakan.
Stasiun yang menjadi salah satu simpul transportasi utama di Jakarta itu akan dikembangkan dengan konsep integrasi antarmoda untuk meningkatkan kenyamanan dan konektivitas penumpang.
Proyek renovasi tersebut ditargetkan selesai dalam waktu dua tahun. Pengembangan akan difokuskan pada peningkatan fasilitas dan integrasi dengan moda transportasi lain guna mendukung mobilitas masyarakat di kawasan ibu kota.
Selain membahas Stasiun Gambir, Presiden juga menerima laporan mengenai progres penanganan perlintasan sebidang yang selama ini menjadi salah satu fokus peningkatan keselamatan perjalanan kereta api.
PT KAI melaporkan telah menutup 172 perlintasan sebidang yang dinilai berisiko terhadap keselamatan pengguna jalan maupun operasional kereta api.
Saat ini, sebanyak 490 perlintasan lainnya masih dalam proses penutupan dan penataan. Sementara itu, lebih dari seribu perlintasan lainnya telah mulai masuk tahap perencanaan dan penanganan secara bertahap.
KAI menyebut wilayah Jakarta dan sekitarnya menjadi salah satu daerah dengan jumlah perlintasan sebidang terbanyak yang menjadi prioritas penanganan.
Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan keselamatan transportasi sekaligus mengurangi potensi kecelakaan di titik pertemuan antara jalur kereta api dan jalan raya.
Pemerintah berharap percepatan modernisasi infrastruktur perkeretaapian dapat meningkatkan kualitas layanan transportasi publik serta mendukung mobilitas masyarakat yang lebih aman dan efisien.