news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Menengok Masjid Jami'e Darussalam, Masjid Unik Berbentuk Segitiga | tvOne

Rabu, 21 April 2021 - 14:06 WIB
Reporter:

Jakarta - Bentuk Masjid Jami’e Darussalam yang berada di daerah pemukiman padat penduduk di Jalan Kotabumi Ujung, Kebon Melati, Tanah Abang, Jakarta Pusat mencuri perhatian masyarakat lantaran terlihat berbeda dari kebanyakan masjid lainnya.

Tidak ada kubah di atas bangunan Masjid Jami’e Darussalam, melainkan atap berbentuk segitiga yang terbuat dari fiber dan kaca. 

Masjid mulai dirancang dari tahun 2012 dan selesai dibangun pada tahun 2015.

Lantai 2 interior masjid yang merupakan ruang utama untuk solat jamaah laki-laki, langit-langitnya pun berbentuk segitiga mengikuti bentuk atap masjid.

Menurut Burhanudin Ikram, Pengurus Masjid Jami’e Darussalam, konsep dan filosofi masjid mengikuti keadaan dan cuaca di negara Indonesia yang beriklim tropis.

“Filosofinya menyesuaikan dengan cuaca dan iklim tropis juga menyesuaikan dengan rumah-rumah yang berada di sekitar sini. Selain itu filosofinya jika kita lihat di dalam juga mengingatkan kita pada kematian. Dalam artian, di dalam kubur itu ada dinding ari namanya dan bentuknya segitiga ini mengingatkan tentang kematian,” tutur Ikram.

Ikram menambahkan, atap Masjid Jami’e Darussalam yang segitiga disesuaikan dengan atap rumah-rumah warga di sekitar yang juga berbentuk segitiga.

Masjid Jami’e Darussalam merupakan salah satu masjid yang dirancang oleh Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil. 

Seperti yang kita ketahui, Ridwan Kamil terkenal dengan rancangan masjid yang selalu out of the box, tidak mengikuti pakem yang ada namun menyesuaikan dengan cuaca dan iklim tropis.

Selain itu, masjid Jami’e Darussalam juga dirancang ramah lingkungan. Pada siang hari, pencahayaan masjid tidak memerlukan lampu karena cahaya matahari masuk secara alami melalui celah atap. 


Ruang utama masjid Jami’e Darussalam dapat memuat jamaah sebanyak 500 orang. Namun pada masa pandemi seperti sekarang ini, jamaah dibatasi menjadi setengahnya dan juga menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Pada pembangunannya, rancangan Masjid Jami’e Darussalam sempat ditentang oleh warga karena bentuk atap yang tidak biasa. 

Namun, setelah dijelaskan oleh DKM Masjid dan pengurus dibantu oleh RK menjelaskan kepada masyarakat filosofi dan konsep masjid. Warga pun akhirnya menerima dan hingga sekarang kegiatan keagamaan di Masjid Jami’e Darussalam tetap seperti biasa namun dibatasi karena sedang pandemi. (awy)

 

Lihat juga: Megahnya Masjid Biru, Bangunan Paling Ikonik di Istanbul Turki

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

02:14
02:02
02:22
03:40
01:47
05:18

Viral