Pelatih Iran Sebut Timnya Tak Diperlakukan Adil di Piala Dunia 2026
Jakarta, tvOnenews.com – Pelatih tim nasional Iran, Amir Ghalenoei, menyampaikan kekecewaan terhadap perlakuan yang diterima timnya selama gelaran Piala Dunia 2026.
Ia menilai sejumlah kebijakan logistik dan pembatasan pergerakan berdampak langsung pada persiapan dan performa tim di turnamen tersebut.
Iran disebut menjadi salah satu peserta yang menghadapi kondisi tidak biasa selama kompetisi berlangsung.
Berbeda dengan mayoritas tim yang berbasis di negara tuan rumah, Iran harus menjadikan Meksiko sebagai pusat aktivitas mereka karena keterbatasan akses untuk menetap di wilayah Amerika Serikat.
Situasi tersebut membuat tim Iran harus melakukan perjalanan bolak-balik antara Meksiko dan Amerika Serikat setiap kali menjalani pertandingan.
Kondisi ini dinilai memperumit proses persiapan dibandingkan tim lain yang dapat menetap lebih dekat dengan lokasi pertandingan.
Dalam salah satu laga pembuka, skuad Iran bahkan dilaporkan baru tiba di Amerika Serikat beberapa jam sebelum pertandingan dimulai.
Setelah laga berakhir, tim kembali harus segera meninggalkan wilayah tersebut dan kembali ke Meksiko tanpa waktu istirahat yang memadai.
FIFA disebut telah menerima laporan terkait situasi tersebut. Federasi sepak bola dunia itu dikabarkan menjanjikan penyesuaian fasilitas dan perbaikan terbatas pada jadwal pertandingan berikutnya.
Meski demikian, Iran menilai perubahan yang dilakukan belum cukup signifikan. Beberapa pemain, termasuk Mehdi Taremi, dilaporkan hanya memiliki waktu singgah sekitar 16 jam di Amerika Serikat sebelum kembali bertanding.
Selain kendala waktu dan perjalanan, pihak Iran juga mengeluhkan pengawasan ketat selama berada di wilayah Amerika Serikat yang dianggap mengganggu kenyamanan dan fokus tim dalam menjalani kompetisi.
Pelatih Amir Ghalenoei menegaskan bahwa keluhan tersebut tidak berkaitan dengan isu politik, melainkan murni terkait aspek perlakuan terhadap tim peserta di ajang internasional.
Ia juga menyerukan solidaritas dari pelatih negara lain agar situasi serupa tidak dianggap sebagai hal normal dalam turnamen besar.
Hingga kini, belum ada respons terbuka dari pelatih negara peserta lain terkait pernyataan tersebut.
Namun Ghalenoei menegaskan bahwa dirinya akan bersikap sama jika melihat tim lain mengalami perlakuan serupa, karena menurutnya prinsip solidaritas tetap penting dijaga dalam sepak bola internasional.
Piala Dunia 2026 sendiri masih berlangsung dengan sejumlah sorotan di luar lapangan, termasuk isu logistik, keamanan, dan kebijakan lintas negara yang berdampak pada beberapa tim peserta.