Meneteskan Air Mata, Sahabat Ungkap Glagat Perubahan Prilaku YTR Sebelum Menghilang
Bandung, tvOnenews.com - Kasus dugaan penyekapan dan penganiayaan terhadap seorang perempuan berinisial YTR di Bandung terus menjadi perhatian publik.
Setelah pelaku berinisial TH berhasil ditangkap oleh Polda Jawa Barat, sejumlah fakta baru terungkap dari kesaksian sahabat korban yang disamarkan dengan inisial FW.
Dalam wawancara dalam program Pagi-Pagi Seru tvOne, FW mengungkap bahwa YTR merupakan sosok yang dikenal baik, sopan, disiplin, dan tidak pernah banyak membicarakan kehidupan pribadinya kepada rekan kerja.
Menurut FW, tanda-tanda masalah mulai terlihat ketika korban tiba-tiba mengunggah foto bersama pelaku di media sosial.
Hal tersebut dinilai tidak biasa karena sebelumnya korban tidak pernah membagikan kehidupan asmaranya secara terbuka.
FW menceritakan bahwa suatu hari korban menghampirinya di kantor dalam kondisi emosional. Korban disebut menangis dan mengaku kehidupannya telah hancur akibat hubungan dengan pelaku.
Korban juga diduga mengalami kekerasan fisik. FW mengaku melihat kondisi kacamata korban yang rusak dan mendapat penjelasan bahwa korban sempat ditampar hingga mengalami gangguan pendengaran sementara.
Selain itu, korban disebut kehilangan kendali atas berbagai aspek kehidupannya. Menurut pengakuan korban kepada FW, telepon genggam, kendaraan, uang, hingga perhiasannya telah dikuasai oleh pelaku.
Korban juga mengaku dipaksa tinggal bersama pelaku dan aktivitasnya diawasi secara ketat, termasuk saat bekerja.
FW mengatakan pelaku bahkan diduga melakukan panggilan video secara terus-menerus ketika korban berada di kantor.
Korban disebut merasa takut untuk melapor kepada keluarga maupun pihak berwajib karena khawatir keselamatan dirinya dan keluarganya terancam.
Tak lama setelah peristiwa tersebut, korban mengundurkan diri dari pekerjaannya. FW menduga surat pengunduran diri itu dibuat dan disampaikan oleh pelaku.
Setelah resign, komunikasi korban dengan rekan-rekannya semakin terbatas hingga akhirnya menghilang dari lingkungan pergaulan.
Sementara itu, YTR yang masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung mengaku bersyukur setelah mengetahui pelaku berhasil ditangkap polisi.
Melalui pernyataannya, korban berharap pelaku mendapat hukuman yang setimpal atas penderitaan yang dialaminya.
"Alhamdulillah senang sekali. Saya lebih tenang karena dia sudah tertangkap," ujar korban.
Korban juga menyampaikan apresiasi kepada aparat kepolisian dan pihak-pihak yang membantu proses pengungkapan kasus tersebut.
Saat ini penyidik masih terus mendalami perkara, termasuk mengumpulkan keterangan saksi dan menelusuri kemungkinan adanya korban lain yang pernah mengalami tindakan serupa dari tersangka.