Curhatan Terakhir Dokter Icha Saat Diintimidasi Diungkap sang Ibu
Kupang, tvOnenews.com – Ibu mendiang dr. Eliza Princila Utami Pakaenoni atau dr. Icha mengungkapkan putrinya sempat menangis dan menghubunginya melalui telepon setelah diduga mengalami intimidasi dan kekerasan verbal dari tiga oknum anggota DPRD Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur.
Dalam keterangannya, Nur Azizah mengatakan dr. Icha merasa dipermalukan saat sedang menangani pasien di Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Leona Kevan, Kefamenanu.
"Anak saya menelepon menangis, menjerit. 'Mama, saat ini saya sedang diintimidasi oleh anggota dewan,'" ujar Nur Azizah.
Peristiwa itu terjadi ketika dr. Icha sedang memberikan penanganan medis kepada seorang pasien korban gigitan ular berbisa.
Saat menjalankan tugasnya, ia diduga mendapat tekanan, intimidasi, dan kekerasan verbal dari tiga oknum anggota DPRD TTU yang mempertanyakan prosedur penanganan pasien.
Keluarga menyebut salah seorang oknum anggota DPRD bahkan mengaku sebagai anggota Komisi III yang membidangi kesehatan dan disebut mengancam dapat mencabut izin praktik dr. Icha serta menghentikan operasional rumah sakit.
Nur Azizah mengaku tidak pernah membayangkan putrinya akan mengalami peristiwa tersebut hingga akhirnya meninggal dunia.
"Anak saya pergi meninggalkan kami. Saya mencintai dia, saya sangat mengasihi dia. Dalam hidup saya tidak pernah terpikir, bahkan tidak pernah bermimpi sekalipun hal ini akan terjadi pada kehidupan anak saya," tuturnya pilu.
Kasus meninggalnya dr. Icha menjadi perhatian publik setelah muncul dugaan bahwa korban mengalami depresi berat akibat intimidasi yang diterimanya usai insiden di IGD.
Nur Azizah yang juga berprofesi sebagai tenaga kesehatan menyatakan akan terus memperjuangkan perlindungan bagi tenaga kesehatan agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
Ia berharap tenaga medis dapat menjalankan tugas profesionalnya tanpa mendapat intimidasi maupun kekerasan verbal dari pihak mana pun, terutama saat memberikan pelayanan kepada pasien.