Presiden Prabowo Gelar Sidang Kabinet Paripurna di Istana dan Sampaikan Taklimat
Jakarta, tvOnenews.com - Presiden Prabowo Subianto mengklaim pemerintahannya telah menyelesaikan lebih dari 100 persoalan strategis dalam kurun sekitar 18 bulan masa pemerintahan.
Hal itu disampaikan saat memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.
Sidang tersebut dihadiri para menteri Kabinet Merah Putih, pimpinan lembaga negara, serta para penasihat khusus presiden.
Dalam arahannya kepada jajaran kabinet, Prabowo menegaskan bahwa pemerintah menghadapi persoalan-persoalan besar yang menurutnya harus segera diselesaikan, termasuk kebocoran kekayaan negara.
"Kita dihadapkan dengan masalah yang sangat besar, masalah yang vital. Kalau ini kita biarkan, kalau kebocoran ratusan miliar dolar kekayaan Indonesia dibiarkan terus keluar, kita bisa bayangkan nasib bangsa kita seperti apa," kata Prabowo.
Ia mengingatkan bahwa seluruh anggota kabinet mendapat mandat dari rakyat untuk menyelesaikan berbagai persoalan tersebut.
"Karena itu saya ingatkan, kita diberi mandat untuk menyelesaikan masalah," ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Prabowo menyebut pemerintah telah berhasil menyelesaikan lebih dari 100 persoalan sejak mulai bekerja.
"Mungkin hitungan kita terakhir lebih dari 108 masalah, 110 masalah yang kita selesaikan dalam satu tahun lebih, 18 bulan pemerintahan kita. Ini prestasi yang bukan kecil," ucapnya.
Meski demikian, Prabowo meminta seluruh jajaran pemerintah tetap rendah hati dan tidak bersikap sombong atas capaian tersebut.
"Kita rendah hati. Kita tidak mau menepuk-nepuk dada. Kita tidak boleh besar kepala, tidak boleh sombong. Itu watak kita sebenarnya, watak bangsa kita. Ojo dumeh," katanya.
Namun, menurut Prabowo, pemerintah juga tidak perlu ragu mengakui capaian yang telah diraih. Ia menilai pengakuan terhadap prestasi merupakan bagian dari membangun rasa percaya diri sebagai bangsa.
"Tetapi kalau kita berprestasi, kita harus akui bahwa kita berprestasi. Tidak ada bangsa lain yang akan menghormati kita kalau kita tidak menghormati bangsa kita sendiri," ujar Presiden.