news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Gempa M 7,1 Guncang Jepang, Kuil Ratusan Tahun Roboh, Korban Tewas Capai 13 Orang

Rabu, 29 Juli 2026 - 16:00 WIB
Reporter:

Jakarta, tvOnenews.com - Jumlah korban tewas akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,1 yang mengguncang Prefektur Kumamoto, Pulau Kyushu, Jepang, terus bertambah. 

Hingga Rabu (29/7/2026) pagi waktu setempat, sedikitnya 13 orang dilaporkan meninggal dunia, sementara tim penyelamat masih melakukan pencarian terhadap korban yang diduga terjebak di bangunan runtuh.

Gempa utama terjadi pada Selasa (28/7/2026) sore dengan intensitas maksimum shindo 7, tingkat tertinggi dalam skala intensitas gempa Jepang. Guncangan tersebut kemudian diikuti sejumlah gempa susulan, termasuk berkekuatan magnitudo 6,1. 

Badan Meteorologi Jepang (JMA) sempat mengeluarkan peringatan tsunami setinggi sekitar satu meter untuk wilayah pesisir Laut Ariake dan Laut Yatsushiro, namun peringatan itu kemudian dicabut setelah tidak ditemukan ancaman lebih lanjut.

Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, menyatakan pemerintah telah mengerahkan seluruh sumber daya, termasuk Pasukan Bela Diri Jepang (JSDF), guna mempercepat proses evakuasi dan penyelamatan korban di wilayah terdampak. 

Operasi pencarian difokuskan pada bangunan-bangunan yang ambruk, termasuk pusat perbelanjaan Aeon Mall Kumamoto yang mengalami kerusakan parah setelah terjadi ledakan yang diduga dipicu kebocoran gas pascagempa.

Selain pusat perbelanjaan, gempa juga mengakibatkan kerusakan pada rumah-rumah penduduk, fasilitas umum, jalan, jembatan, serta bangunan bersejarah, termasuk Kastel Kumamoto yang sebelumnya masih dalam proses restorasi akibat gempa besar pada 2016. 

Ribuan rumah mengalami pemadaman listrik dan gangguan pasokan gas, sementara layanan kereta cepat Kyushu Shinkansen, sejumlah penerbangan, dan jaringan transportasi lain dihentikan sementara karena kerusakan infrastruktur.

Pemerintah Jepang mencatat sekitar 9.000 warga mengungsi di lebih dari 500 pusat evakuasi yang telah disiapkan.

Para pengungsi menerima bantuan kebutuhan dasar sembari menunggu kondisi dinyatakan aman dari ancaman gempa susulan dan potensi longsor.

Hingga kini, otoritas Jepang masih terus mendata dampak bencana, mengidentifikasi korban, serta memastikan seluruh warga terdampak memperoleh bantuan darurat. 

Pemerintah juga mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan dalam beberapa hari ke depan, mengingat aktivitas seismik di wilayah tersebut masih cukup tinggi.

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

05:14
01:59
01:57
01:21
16:31
06:11

Viral