news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

10 Nakes Terancam Pasal Berlapis Buntut Ejek Pasien BPJS

Jumat, 7 Agustus 2026 - 13:41 WIB
Reporter:

Jakarta, tvOnenews.com - Konsil Kesehatan Indonesia (KKI) bersama organisasi profesi tenaga medis dan tenaga kesehatan akan menindak tegas tenaga kesehatan yang diduga melontarkan komentar nirempati terhadap pasien BPJS Kesehatan di media sosial.

Jika terbukti melanggar etik atau disiplin profesi, mereka terancam dijatuhi sanksi hingga pencabutan izin praktik.

KKI saat ini tengah menginvestigasi 10 tenaga medis dan tenaga kesehatan yang diduga menulis komentar bernada perundungan terhadap pasien BPJS di media sosial.

Selain melakukan pemeriksaan terhadap individu yang diduga terlibat, KKI juga meminta rumah sakit atau tempat kerja masing-masing tenaga kesehatan untuk proaktif melakukan pembinaan dan pengawasan selama proses investigasi berlangsung.

KKI mengungkapkan, para tenaga kesehatan yang diperiksa berasal dari berbagai latar belakang profesi dan status kepegawaian, mulai dari aparatur sipil negara (ASN), peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS), dokter umum, dokter gigi, hingga perawat yang bekerja di fasilitas kesehatan swasta.

Sementara itu, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menyatakan akan memproses dugaan pelanggaran melalui mekanisme etik.

IDI menegaskan telah memiliki fatwa etik mengenai penggunaan media sosial oleh dokter, termasuk dalam menyampaikan komentar yang berkaitan dengan pasien.

Sebelum menjatuhkan sanksi, IDI akan melakukan proses klarifikasi terhadap dokter yang bersangkutan. Apabila ditemukan indikasi pelanggaran etik, kasus tersebut akan dilanjutkan ke sidang etik untuk menentukan ada atau tidaknya pelanggaran serta bentuk sanksi yang dijatuhkan.

Kasus ini mencuat setelah unggahan pasien BPJS Kesehatan, Yu Rizal, mengenai lamanya waktu menunggu kamar perawatan di rumah sakit mendapat komentar bernada sinis dari sejumlah tenaga kesehatan di media sosial.

Unggahan tersebut memicu kecaman publik, terlebih setelah Yu Rizal dilaporkan meninggal dunia. Akun media sosial sejumlah tenaga kesehatan yang diduga terlibat pun dibanjiri kritik dari warganet.

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

17:23
05:42
00:57
02:03
01:02
03:07

Viral