news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

3 Negara Muslim Terbesar Resmi Teken Pakta Pertahanan Mirip NATO

Senin, 10 Agustus 2026 - 09:03 WIB
Reporter:

Jakarta, tvOnenews.com - Kesepakatan pertahanan antara Arab Saudi, Turki, dan Pakistan dinilai menjadi upaya ketiga negara membangun daya tangkal sekaligus mengantisipasi ketidakpastian keamanan di kawasan Timur Tengah.

Peneliti senior keamanan internasional Indo Pacific Strategic Intelligence, Aisha R. Kusumasomantri, mengatakan kerja sama tersebut dapat dilihat dari dua kepentingan. 

Selain menjadi penyeimbang terhadap Amerika Serikat, pakta itu dinilai bertujuan mencegah konflik antara Amerika Serikat dan Iran meluas ke negara-negara lain di kawasan.

Menurut Aisha, ketiga negara selama ini memiliki hubungan dengan Amerika Serikat. Namun, perkembangan konflik di Timur Tengah membuat mereka perlu mempertimbangkan alternatif dalam menjaga keamanan masing-masing.

Arab Saudi, misalnya, selama ini sangat bergantung pada Amerika Serikat sebagai penjamin keamanan. Sementara Turki yang merupakan anggota NATO juga menghadapi dinamika keamanan tersendiri, termasuk meningkatnya ketegangan dengan Israel.

Pakistan juga memiliki kepentingan keamanan karena berbatasan langsung dengan Iran. Karena itu, ketiga negara dinilai memiliki alasan untuk memperkuat kerja sama pertahanan meski hubungan mereka dengan Iran maupun Amerika Serikat cukup kompleks.

Analis Timur Tengah Hasibullah Satrawi mengingatkan agar kesepakatan tersebut tidak langsung disimpulkan sebagai pakta yang ditujukan untuk menghadapi Iran.

Menurut dia, posisi Arab Saudi menjadi penting karena kesepakatan tersebut diumumkan di Makkah. Kepentingan Riyadh saat ini antara lain berkaitan dengan ancaman kelompok-kelompok yang berafiliasi dengan Iran, seperti kelompok Houthi di Yaman.

Dia menilai dinamika Timur Tengah sangat kompleks sehingga arah penggunaan pakta tersebut ke depan belum dapat dipastikan. Hubungan antarnegara di kawasan juga dapat berubah mengikuti perkembangan kepentingan politik dan keamanan.

Hasibullah mencontohkan hubungan Arab Saudi dan Iran yang sempat mengalami ketegangan selama bertahun-tahun sebelum kedua negara melakukan rekonsiliasi pada 2023. Menurut dia, rekonsiliasi tersebut lebih bersifat pragmatis karena dipengaruhi perubahan peta kekuatan regional.

Ia juga melihat pembentukan kerja sama pertahanan tersebut sebagai bagian dari perubahan besar yang sedang berlangsung di Timur Tengah. Namun, bentuk tatanan baru kawasan tersebut masih sulit dipastikan.

Menurutnya, perbedaan kepentingan Amerika Serikat dan Israel terkait masa depan Timur Tengah dapat semakin terlihat seiring perubahan konfigurasi politik dan keamanan di kawasan.

Sementara itu, kemungkinan respons Iran terhadap kesepakatan pertahanan Saudi, Turki, dan Pakistan masih menjadi salah satu isu yang perlu dicermati.

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

16:21
01:09
01:09
06:31
02:08
02:06

Viral