Breaking News! Kolombia Diguncang Gempa Dahsyat, 132 Warga Tewas
Jakarta, tvOnenews.com - Tim penyelamat masih menyisir puing-puing bangunan untuk mencari korban setelah gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,4 mengguncang wilayah barat Kolombia pada Senin (10/8/2026).
Gempa tersebut menewaskan sedikitnya 132 orang dan menyebabkan lebih dari 570 orang terluka. Tim penyelamat masih melakukan pencarian di sejumlah bangunan yang runtuh karena dikhawatirkan masih terdapat korban yang terjebak.
Berdasarkan data Survei Geologi Amerika Serikat atau USGS, pusat gempa berada di kedalaman sekitar 107 kilometer. Guncangan terasa di sejumlah wilayah Kolombia dan menyebabkan kerusakan pada bangunan serta infrastruktur.
Layanan geologi Kolombia mencatat sedikitnya 21 gempa susulan hingga Senin malam. Otoritas memperingatkan kemungkinan masih terjadinya guncangan lanjutan sehingga proses pencarian dan evakuasi dilakukan dengan kewaspadaan tinggi.
Kolombia merupakan salah satu negara dengan aktivitas seismik tinggi karena berada di kawasan Cincin Api Pasifik.
Gempa terbaru ini kembali mengingatkan warga terhadap tragedi gempa besar yang pernah melanda wilayah penghasil kopi di bagian barat negara tersebut pada 25 Januari 1999.
Saat itu, gempa berkekuatan magnitudo 6,1 menewaskan sekitar 1.185 orang, melukai lebih dari 8.500 orang, serta menghancurkan hampir 36.000 rumah. Kota Armenia menjadi salah satu wilayah yang mengalami dampak terparah.
Pengalaman tersebut kemudian mendorong Kolombia memperkuat sistem mitigasi bencana. Sejumlah kota secara rutin menggelar latihan evakuasi untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi gempa.
Namun, kekuatan gempa kali ini kembali menguji kesiapan tersebut. Laporan awal menyebut sedikitnya 86 bangunan runtuh, sementara sejumlah bandara sempat menghentikan operasional akibat dampak gempa.
Pereira menjadi salah satu wilayah yang terdampak parah. Tim penyelamat terus menyisir bangunan yang roboh untuk mencari kemungkinan korban yang masih tertimbun.
Pemerintah Kolombia kini menghadapi tantangan untuk menangani korban, mengevakuasi warga terdampak, serta memastikan keamanan bangunan dan infrastruktur di wilayah yang masih berpotensi mengalami gempa susulan.