Basarnas Pantau KMP Putri Yasmin Melalui Udara
Denpasar, tvOnenews.com - KMP Putri Yasmin yang terbakar di perairan Selat Lombok masih mengeluarkan asap tebal. Basarnas Denpasar menerjunkan satu unit helikopter untuk memantau kondisi kapal dari udara sekaligus memastikan proses penanganan berlangsung aman.
Dari hasil pemantauan udara, posisi KMP Putri Yasmin telah bergeser hingga ke perairan Nusa Penida. Rekaman dari udara menunjukkan asap masih mengepul dari bagian kapal.
Basarnas terus memantau pergerakan kapal untuk memastikan keberadaannya tidak mengganggu aktivitas pelayaran di kawasan Selat Lombok.
KMP Putri Yasmin sebelumnya terbakar saat berlayar dari Pelabuhan Padangbai, Bali, menuju Pelabuhan Lembar, Lombok, pada Rabu (12/8/2026). Kebakaran dilaporkan terjadi sekitar pukul 04.15 WITA. Tim SAR gabungan kemudian mengerahkan sejumlah kapal dan helikopter untuk mengevakuasi penumpang dan awak kapal.
Proses evakuasi sempat menghadapi kendala karena kondisi laut yang bergelombang. Sejumlah penumpang diketahui melompat ke laut untuk menyelamatkan diri sehingga korban tersebar dan terbawa arus. Tim SAR pun memperluas area pencarian.
Data jumlah orang yang berada di kapal juga sempat berubah. Data awal berdasarkan manifest mencatat 131 orang. Namun, data penyelamatan kemudian menunjukkan jumlah orang yang dievakuasi lebih banyak. Kantor SAR Mataram mencatat 212 orang telah dievakuasi hingga Rabu malam, setelah sebelumnya melaporkan 173 orang.
Dari jumlah tersebut, satu orang meninggal dunia, sementara korban lainnya berhasil diselamatkan. Laporan media yang mengutip otoritas SAR menyebut korban meninggal merupakan seorang perempuan berusia 19 tahun.
Perbedaan antara data manifest dan jumlah orang yang berhasil dievakuasi kini menjadi salah satu hal yang perlu diklarifikasi. Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi sebelumnya menyatakan pendataan terhadap penumpang dan awak kapal masih dilakukan.
Sementara itu, penyebab kebakaran KMP Putri Yasmin masih dalam penyelidikan. Tim SAR dan instansi terkait masih melakukan pemantauan terhadap kapal, termasuk melalui udara, untuk memastikan kondisi kapal dan keselamatan pelayaran di sekitarnya.