news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Targetkan 49 Juta Keluarga Terdaftar, Presiden Prabowo Kebut Digitalisasi Bansos

Jumat, 14 Agustus 2026 - 13:01 WIB
Reporter:

Jakarta, tvOnenews.com - Presiden Prabowo Subianto menyebut lebih dari 3 juta keluarga telah terdaftar dalam program perlindungan sosial berbasis digital yang mulai diterapkan pemerintah di 153 kabupaten dan kota pada 38 provinsi.

Dalam pidatonya, Prabowo mengatakan jumlah tersebut merupakan bagian dari target 49 juta keluarga atau lebih dari separuh keluarga Indonesia ketika program diterapkan secara nasional.

Prabowo menyoroti perubahan mekanisme pendaftaran yang kini dilakukan tanpa biaya. Sebelumnya, keluarga tidak mampu disebut harus mengeluarkan sekitar Rp150.000 untuk biaya perjalanan, fotokopi dokumen, serta waktu kerja yang hilang.

Selain gratis, proses pemeriksaan kelayakan penerima bantuan yang sebelumnya disebut membutuhkan waktu 75 hingga 200 hari kini diklaim dapat diselesaikan dalam hitungan menit atau jam melalui digitalisasi.

Prabowo mengatakan digitalisasi perlindungan sosial akan terus diperluas ke berbagai program bantuan sosial, bantuan pemerintah, dan subsidi. Kebijakan tersebut ditujukan untuk meningkatkan ketepatan sasaran, transparansi, serta kemudahan akses bagi masyarakat.

Dalam pidatonya, Prabowo juga menghadirkan sejumlah penerima manfaat program perlindungan sosial.

Salah satunya Susana dari Kabupaten Bogor yang bekerja sebagai buruh harian dengan pendapatan dari mengupas bawang. Ia disebut terbantu melalui Program Keluarga Harapan (PKH) dan program sembako untuk memenuhi kebutuhan pendidikan anak-anaknya.

Penerima lainnya, Marga Reita Roi dari Kupang, Nusa Tenggara Timur, disebut mendapat bantuan sosial berupa beras dan minyak yang membantu menopang kebutuhan keluarganya.

Menurut Prabowo, bantuan pemerintah bukan ditujukan untuk menggantikan kerja keras masyarakat, melainkan memberikan dukungan agar masyarakat dapat bertahan dan berkembang.

"Negara hadir bukan untuk menggantikan kerja keras rakyat. Negara hadir agar kerja keras rakyat tidak sia-sia," ujarnya.

Selain perlindungan sosial, Prabowo juga menyoroti program perumahan bagi masyarakat. Ia menyebut hingga 30 Juni 2026, pemerintah telah menyalurkan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) untuk renovasi 83.907 rumah.

Prabowo mengakui jumlah tersebut masih jauh dari sasaran pemerintah sehingga program perbaikan rumah perlu terus ditingkatkan.

Pemerintah juga menyalurkan pembiayaan pembelian rumah melalui program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) yang disebut telah menjangkau hampir 100.000 rumah. Sementara itu, kredit program perumahan tercatat menjangkau 90.878 debitur.

Prabowo menilai rumah tidak sekadar menjadi aset, tetapi juga berkaitan dengan ketenangan, martabat, dan masa depan keluarga.

Ia mencontohkan Telma Humena dari Manado yang sebelumnya tinggal di rumah dengan fondasi, dinding, lantai, dan atap yang rusak. Melalui program BSPS, keluarga tersebut dapat memperbaiki rumahnya.

Ada pula Andre Kawaru dari Samarinda yang sebelumnya tinggal di rumah kontrakan dan kemudian memiliki rumah sendiri melalui skema KPR subsidi FLPP.

Dalam pidatonya, Prabowo juga menegaskan bahwa berbagai program perlindungan sosial dan pembangunan yang dijalankan pemerintah saat ini merupakan kelanjutan dari kebijakan pemerintahan sebelumnya.

Ia menyebut sejumlah program telah dirintis sejak era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Presiden Joko Widodo.

Menurut Prabowo, pembangunan merupakan proses panjang yang tidak dimulai dari satu pemerintahan saja, melainkan merupakan hasil kesinambungan kepemimpinan dari berbagai era.

"Semua yang kita alami hasil dari kepemimpinan Bung Karno, kepemimpinan Pak Harto, Pak Habibie, Gus Dur, Ibu Megawati. Sekarang kita teruskan," ujar Prabowo.

Menutup pidatonya, Prabowo menegaskan pemerintah harus memastikan negara benar-benar hadir di tengah masyarakat dan mampu menghadirkan kemakmuran bagi seluruh rakyat Indonesia.

Ia juga kembali menyerukan persatuan sebagai kekuatan utama bangsa dalam menghadapi berbagai tantangan.

"Republik ini tidak didirikan agar negara sekadar ada. Republik ini didirikan agar rakyat tidak akan pernah merasa sendiri," kata Prabowo.

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

08:51
10:28
08:01
08:09
32:53
11:12

Viral